• Rabu, 11 Maret 2026

27 Pekon Jadi Penyelenggara Pesta Sekura Cakak Buah, Parosil Minta Jaga Marwah Budaya

Rabu, 11 Maret 2026 - 14.39 WIB
34

Peserta pawai budaya Pesta Sekura di Lampung Barat. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Lampung Barat melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) mencatat 27 Pekon (Desa) telah menetapkan jadwal pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tersebar di sejumlah Kecamatan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.

Tradisi budaya khas masyarakat Lampung Barat tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Syawal 1447 Hijriah, dengan rangkaian kegiatan yang tersebar di beberapa wilayah.

Penetapan jadwal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat, Bernaria, melalui Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Riady Andrianto.

Ia mengatakan, penyusunan jadwal dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pesta budaya Sekura dapat berjalan tertib serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut memeriahkan tradisi tersebut di berbagai pekon.

Menurut Riady, Pesta Sekura Cakak Buah merupakan salah satu tradisi budaya yang masih dijaga masyarakat Lampung Barat hingga saat ini sebagai bagian dari perayaan Idulfitri yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga.

Riady menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dimulai pada 1 Syawal 1447 Hijriah yang dipusatkan di Pekon Simpang Raya Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Pesta Sekura Cakak Buah tahun ini.

"Selanjutnya pada 2 Syawal 1447 Hijriah, pesta budaya tersebut akan digelar di sejumlah lokasi. Di antaranya Padang Dalom dan Way Mengaku di Kecamatan Balik Bukit, Sinar Jaya Muara Jaya II di Kecamatan Kebun Tebu, Kenali di Kecamatan Belalau, serta Sukabumi dan Sukaraja di Kecamatan Batu Brak," kata dia, Rabu (11/3/2026).

Memasuki 3 Syawal 1447 Hijriah, pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah semakin meluas dengan beberapa pekon menjadi tuan rumah kegiatan. Di Kecamatan Balik Bukit, kegiatan akan berlangsung di Sukamarga Padang Cahya, Way Empulau Ulu, Pelita Jaya Bahwai, serta Pekon Balak dan Padang Cahya.

"Pada hari yang sama, kegiatan juga digelar di Kota Besi Kecamatan Batu Brak, Serungkuk Kecamatan Belalau, serta Puramekar Kecamatan Gedung Surian. Sejumlah wilayah tersebut dikenal sebagai daerah yang masih kuat menjaga tradisi Sekura setiap tahunnya," sambungnya.

Kemudian pada 4 Syawal 1447 Hijriah, Pesta Sekura Cakak Buah akan berlangsung di beberapa pekon di Kecamatan Balik Bukit, yakni Sukarami, Sebarus, Gunung Sugih, dan Bahway. Selain itu, kegiatan juga dilaksanakan di Luas Kecamatan Batu Ketulis serta Pekon Balak Kecamatan Batu Brak.

Selanjutnya pada 5 Syawal 1447 Hijriah, tradisi ini akan digelar di Kegeringan Kecamatan Batu Brak, Bakhu Kecamatan Batu Ketulis, Umbulioh Kecamatan Sebarus, serta Kurungan Aji Kecamatan Balik Bukit. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada 6 Syawal 1447 Hijriah yang akan dilaksanakan di Canggu Kecamatan Batu Brak dan Watas Kecamatan Balik Bukit.

Sementara itu, rangkaian Pesta Sekura Cakak Buah tahun 1447 Hijriah akan ditutup pada 7 Syawal 1447 Hijriah yang dipusatkan di Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit. Lokasi tersebut biasanya menjadi salah satu titik keramaian yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.

Riady menambahkan, penetapan jadwal ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin menyaksikan tradisi Sekura di berbagai pekon. Selain itu, pemerintah juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Pesta Sekura Cakak Buah merupakan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung Barat. Tradisi ini biasanya digelar setiap perayaan Idulfitri dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengenakan topeng khas yang disebut Sekura, kemudian berbaur dengan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan. Salah satu kegiatan yang menjadi daya tarik utama adalah Cakak Buah, yakni memanjat batang pinang yang telah disiapkan panitia.

"Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut juga sarat makna kebersamaan dan gotong royong. Masyarakat dari berbagai kalangan biasanya turut terlibat dalam mempersiapkan maupun memeriahkan pesta budaya tersebut," kata dia.

Riady menyebutkan, pemerintah daerah juga terus mendorong agar tradisi Sekura dikemas secara lebih baik sehingga dapat menjadi daya tarik wisata budaya. Dengan pengelolaan yang baik, tradisi ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memberikan dukungan kepada pekon yang akan menggelar Pesta Sekura Cakak Buah. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan dana untuk membantu pelaksanaan kegiatan di tingkat pekon.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin di rumah dinas bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (10/3/2026). Setiap pekon yang menggelar kegiatan menerima bantuan sebesar Rp2 juta.

Bupati Parosil Mabsus mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya Sekura yang merupakan warisan leluhur masyarakat Lampung Barat.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu panitia di tingkat pekon dalam menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan sehingga pesta budaya Sekura dapat berlangsung lebih meriah dan tertib.

Parosil juga mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap menjaga marwah budaya Sekura yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Lampung Barat. Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan tanpa menghilangkan nilai-nilai kesantunan yang menjadi ciri khas budaya Sekura.

Selain itu, ia meminta para peserta maupun pengunjung untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga etika, tidak menampilkan hal-hal yang bersifat negatif, serta menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah berlangsung. (*)