Pemprov Lampung Distribusi 15 Ribu Vaksin Campak ke Kabupaten/Kota
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat dimintai keterangan, Selasa (9/3/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Lampung mempercepat distribusi vaksin campak ke kabupaten/kota
setelah menerima tambahan pasokan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 15.000
vial (botol).
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan vaksin
tersebut telah diterima dan pada hari yang sama segera disalurkan ke daerah
yang membutuhkan.
"Alhamdulillah dari Kementerian Kesehatan sudah turun
15.000 vial vaksin campak dan hari ini segera kita distribusikan juga ke
kabupaten/kota yang memang hari ini ada kekosongan," ujar Jihan saat
dimintai keterangan, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, dari 15 kabupaten/kota di Lampung, kondisi
ketersediaan vaksin tidak sama. Sebagian daerah masih memiliki stok yang cukup,
namun ada juga yang membutuhkan tambahan pasokan secara cepat.
"Dari 15 kabupaten/kota ada yang masih cukup, ada yang
memang membutuhkan untuk distribusi segera. Nanti kita data. Bandar Lampung
kayaknya perlu segera di-support untuk distribusi," katanya.
Jihan menjelaskan, data cakupan imunisasi di masing-masing
daerah berada di Dinas Kesehatan kabupaten/kota.
Pemerintah daerah juga diminta segera melaporkan kondisi
capaian imunisasi, terutama karena masih ada wilayah yang belum memenuhi target
Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia mengakui, salah satu penyebab belum optimalnya cakupan
imunisasi di beberapa daerah adalah keterbatasan ketersediaan vaksin dalam
beberapa waktu terakhir.
"Untuk cakupan imunisasi di kabupaten/kota, datanya ada
di Dinas Kesehatan masing-masing. Nanti mereka juga akan segera melaporkan,
memang dari SPM ada yang cakupannya kurang karena ketersediaan vaksinnya yang
sebelumnya tidak ada di bawah," jelasnya.
Selain mempercepat distribusi vaksin, Pemprov Lampung juga
mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak,
terutama pada anak-anak.
Jihan meminta para orang tua dan pihak sekolah untuk
memberikan perhatian khusus terhadap gejala campak karena tingkat penularannya
sangat tinggi.
"Untuk masyarakat, terutama di sekolah-sekolah dan para
orang tua, agar memberikan perhatian khusus terhadap campak atau measles ini
karena penularannya sangat tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila anak mengalami gejala seperti demam
disertai ruam pada kulit, masyarakat diminta segera berkonsultasi dengan tenaga
kesehatan agar dapat ditangani lebih cepat.
"Kalau anak sudah menunjukkan indikasi demam kemudian
ada ruam-ruam, segera dikonsultasikan ke tenaga kesehatan," kata dia.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kebutuhan vaksin campak
atau MR untuk bayi dan baduta di Provinsi Lampung setiap bulan mencapai sekitar
64.068 dosis atau setara 6.407 vial.
Sementara secara keseluruhan, kebutuhan vaksin campak di
Provinsi Lampung selama tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 76.881 vial
atau 768.813 dosis. (*)
Berita Lainnya
-
Prof Wan Jamaluddin Resmi Dilantik Sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung Masa Bakti 2026-2030
Selasa, 10 Maret 2026 -
RSUDAM Sediakan Pelayanan Eksekutif, Layani Pasien Umum dan Asuransi Swasta
Selasa, 10 Maret 2026 -
Pesantren Kilat Ramadhan Digelar Serentak di 492 SMA/SMK se-Lampung
Selasa, 10 Maret 2026 -
YLKI Lampung Ingatkan SPBE Jaga Standar Berat LPG 3 Kg, Jangan Rugikan Konsumen
Selasa, 10 Maret 2026









