• Selasa, 10 Maret 2026

Hilang Dua Hari, Petani di Ulu Belu Tanggamus Ditemukan Meninggal di Sungai Way Ilahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 09.02 WIB
22

Jasad Budi Hariyadi usai dievakuasi warga dari sungai Way Ilahan. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Tanggamus - Aliran Sungai (Way) Ilahan di kawasan perkebunan Dusun Pulau Apus, Pekon Sumber Mulya, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, biasanya hanya menjadi jalur air yang tenang di antara rimbunnya kebun. Namun pada Senin (9/3/2026) siang, sungai itu menjadi saksi akhir pencarian panjang seorang petani muda yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga dan warga yang menyusuri aliran sungai menemukan tubuh seorang pria dalam posisi tertelungkup. Tubuh itu tersangkut di antara potongan kayu yang hanyut terbawa arus.

Ia adalah Budi Hariyadi (29), petani asal Dusun Semarang Jaya, Pekon Air Abang, Kecamatan Ulu Belu. Selama dua hari terakhir, namanya menjadi harapan yang terus disebut dalam doa keluarga dan warga yang mencari keberadaannya sejak ia tak kunjung pulang dari kebun.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan, korban ditemukan sekitar lima kilometer dari kebun miliknya. Jarak itu menunjukkan betapa kuat arus sungai menyeret tubuh korban dari lokasi awal.

"Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di aliran sungai dengan posisi tubuh terjepit potongan kayu yang hanyut terbawa arus. Jarak dari kebun milik korban hingga titik penemuan diperkirakan sekitar lima kilometer,” kata Suamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, Selasa (10/2026).

BACA JUGA: Petani Ulu Belu Hilang Misterius di Kebun, Motor Ditemukan Terparkir di Gubuk

Pencarian terhadap Budi sebenarnya telah dimulai sejak sehari sebelumnya, setelah ia dilaporkan tidak kembali dari kebun. Sejak pagi hari, keluarga korban bersama warga Pekon Air Abang menyisir kawasan perkebunan dan menelusuri aliran Sungai Way Ilahan.

Langkah demi langkah mereka menyusuri tepian sungai yang berkelok di tengah kebun. Arus air yang mengalir deras membuat pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Setelah hampir tiga jam pencarian pada hari kedua, tubuh korban akhirnya terlihat di antara kayu-kayu yang terseret arus. Penemuan itu segera dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Pulau Panggung langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi. Petugas kemudian melakukan identifikasi dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi penemuan.

Selain itu, tenaga medis juga didatangkan untuk memastikan kondisi korban sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

"Kami juga meminta keterangan dari saksi di lokasi serta menghadirkan tenaga medis untuk memastikan kondisi korban,” ujar Kapolsek.

Setelah proses identifikasi selesai, keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Keluarga kemudian membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan tidak menginginkan tindakan autopsi.

Siang itu juga, sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Budi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pekon Air Abang.

Prosesi pemakaman berlangsung sederhana namun penuh duka, dihadiri keluarga dan warga yang sejak dua hari terakhir ikut dalam pencarian.

Bagi warga, peristiwa ini meninggalkan kesedihan mendalam. Seorang petani yang sehari-hari bergulat dengan kebun dan alam, akhirnya ditemukan tak bernyawa di sungai yang mengalir di antara ladang-ladang tempat ia mencari nafkah.

Sungai (Way) Ilahan kembali mengalir seperti biasa. Namun bagi keluarga Budi dan warga yang terlibat dalam pencarian itu, dua hari menyusuri sungai akan selalu menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan. (*)