Hilang Dua Hari, Petani di Ulu Belu Tanggamus Ditemukan Meninggal di Sungai Way Ilahan
Jasad Budi Hariyadi usai dievakuasi warga dari sungai Way Ilahan. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Tanggamus - Aliran Sungai (Way) Ilahan di
kawasan perkebunan Dusun Pulau Apus, Pekon Sumber Mulya, Kecamatan Pulau
Panggung, Kabupaten Tanggamus, biasanya hanya menjadi jalur air yang tenang di
antara rimbunnya kebun. Namun pada Senin (9/3/2026) siang, sungai itu menjadi
saksi akhir pencarian panjang seorang petani muda yang sebelumnya dilaporkan
hilang.
Sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga dan warga yang menyusuri
aliran sungai menemukan tubuh seorang pria dalam posisi tertelungkup. Tubuh itu
tersangkut di antara potongan kayu yang hanyut terbawa arus.
Ia adalah Budi Hariyadi (29), petani asal Dusun Semarang
Jaya, Pekon Air Abang, Kecamatan Ulu Belu. Selama dua hari terakhir, namanya
menjadi harapan yang terus disebut dalam doa keluarga dan warga yang mencari
keberadaannya sejak ia tak kunjung pulang dari kebun.
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan, korban
ditemukan sekitar lima kilometer dari kebun miliknya. Jarak itu menunjukkan
betapa kuat arus sungai menyeret tubuh korban dari lokasi awal.
"Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di aliran sungai dengan posisi tubuh terjepit potongan kayu yang hanyut terbawa arus. Jarak dari kebun milik korban hingga titik penemuan diperkirakan sekitar lima kilometer,” kata Suamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, Selasa (10/2026).
BACA JUGA: Petani
Ulu Belu Hilang Misterius di Kebun, Motor Ditemukan Terparkir di Gubuk
Pencarian terhadap Budi sebenarnya telah dimulai sejak sehari
sebelumnya, setelah ia dilaporkan tidak kembali dari kebun. Sejak pagi hari,
keluarga korban bersama warga Pekon Air Abang menyisir kawasan perkebunan dan
menelusuri aliran Sungai Way Ilahan.
Langkah demi langkah mereka menyusuri tepian sungai yang
berkelok di tengah kebun. Arus air yang mengalir deras membuat pencarian
dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Setelah hampir tiga jam pencarian pada hari kedua, tubuh
korban akhirnya terlihat di antara kayu-kayu yang terseret arus. Penemuan itu
segera dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Pulau Panggung
langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi. Petugas kemudian
melakukan identifikasi dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang
berada di lokasi penemuan.
Selain itu, tenaga medis juga didatangkan untuk memastikan
kondisi korban sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
"Kami juga meminta keterangan dari saksi di lokasi serta
menghadirkan tenaga medis untuk memastikan kondisi korban,” ujar Kapolsek.
Setelah proses identifikasi selesai, keluarga korban
menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga menolak
dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Keluarga kemudian membuat surat pernyataan resmi yang
menyatakan tidak menginginkan tindakan autopsi.
Siang itu juga, sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Budi
dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pekon Air Abang.
Prosesi pemakaman berlangsung sederhana namun penuh duka,
dihadiri keluarga dan warga yang sejak dua hari terakhir ikut dalam pencarian.
Bagi warga, peristiwa ini meninggalkan kesedihan mendalam.
Seorang petani yang sehari-hari bergulat dengan kebun dan alam, akhirnya
ditemukan tak bernyawa di sungai yang mengalir di antara ladang-ladang tempat
ia mencari nafkah.
Sungai (Way) Ilahan kembali mengalir seperti biasa. Namun
bagi keluarga Budi dan warga yang terlibat dalam pencarian itu, dua hari
menyusuri sungai akan selalu menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan. (*)
Berita Lainnya
-
Petani Ulu Belu Hilang Misterius Saat ke Kebun, Motor Ditemukan Terparkir di Gubuk
Senin, 09 Maret 2026 -
Jembatan di Ulubelu Tanggamus Putus Diterjang Banjir, Polisi-TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat
Senin, 09 Maret 2026 -
Wajah Baru Warnai Birokrasi Tanggamus, Bupati Mohammad Saleh Asnawi Lantik 47 Pejabat
Jumat, 06 Maret 2026 -
Pelaku Penggelapan Motor di Tanggamus Dibekuk, Polisi Buru Penadah
Kamis, 05 Maret 2026









