• Senin, 09 Maret 2026

Petani Ulu Belu Hilang Misterius Saat ke Kebun, Motor Ditemukan Terparkir di Gubuk

Senin, 09 Maret 2026 - 10.07 WIB
23

Polisi bersama warga berkumpul mematangkan rencana pencarian Budi Hariyadi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sepeda motor Honda Revo itu masih terparkir rapi di depan gubuk kebun di kawasan Perkebunan Selingkut, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus. Namun pemiliknya, Budi Hariyadi (29), tak terlihat di mana pun.

Sejak Minggu pagi, 8 Maret 2026, petani muda asal Dusun Semarang Jaya, Pekon Air Abang itu dilaporkan hilang.

Budi berangkat ke kebun sekitar pukul 08.00 WIB seperti biasanya. Ia pergi seorang diri. Tetapi hingga sore hari, ia tak kembali ke rumah. Keluarga mulai gelisah.

Kekhawatiran itu mendorong keluarga melapor kepada Kepala Pekon Air Abang. Bersama sejumlah warga, mereka menyusuri jalan menuju kebun milik Budi di kawasan Perkebunan Selingkut.

Di lokasi itulah mereka menemukan petunjuk pertama: sepeda motor Budi berada di gubuk kebun. Namun Budi sendiri tidak ada.

“Motor korban ditemukan terparkir di gubuk kebun, tetapi yang bersangkutan tidak berada di lokasi,” kata Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, Senin (9/3/2026).

Warga kemudian melakukan pencarian spontan di sekitar kebun. Mereka menyisir semak-semak, jalan setapak, hingga area yang biasa dilalui Budi saat bekerja di kebun.

Namun hingga malam hari, pencarian belum membuahkan hasil.

Polisi mencatat satu hal yang menjadi perhatian. Lokasi kebun tersebut berada tidak jauh dari aliran sungai yang cukup besar. Pada hari yang sama, kawasan Ulu Belu sempat diguyur hujan.

Kondisi itu membuat debit air sungai berpotensi meningkat secara tiba-tiba.

"Di dekat kebun terdapat sungai dengan arus cukup besar. Dengan kondisi hujan sebelumnya, ada kemungkinan korban terseret arus saat berada di sekitar sungai,” ujar Iptu Suamin.

Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas kemungkinan awal. Hingga kini belum ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban di aliran sungai tersebut.

Pencarian pada Minggu malam terpaksa dihentikan. Hujan dan jarak pandang yang terbatas membuat upaya penyisiran di kawasan perkebunan yang dikelilingi hutan dan perbukitan itu berisiko dilakukan.

Polisi berencana melanjutkan pencarian pada Senin pagi ini dengan melibatkan warga, aparat pekon, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperluas area penyisiran.

Kecamatan Ulu Belu sendiri dikenal memiliki bentang alam yang berat,  perbukitan, hutan, dan aliran sungai dengan arus deras, terutama saat musim hujan. Banyak kebun warga berada jauh dari permukiman dan hanya dapat dijangkau melalui jalan tanah dan jalur setapak.

Situasi itu kerap menyulitkan proses pencarian ketika terjadi peristiwa orang hilang.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Budi Hariyadi masih menjadi tanda tanya. Warga berharap petani muda itu segera ditemukan. Hidup atau setidaknya ada kepastian tentang apa yang sebenarnya terjadi di kebun yang sepi itu. (*)