• Senin, 09 Maret 2026

Eva Dwiana Tegaskan Sudah Benahi Talud dan Drainase, Desak BBWS Mesuji Sekampung Ambil Peran Atasi Banjir

Senin, 09 Maret 2026 - 14.39 WIB
34

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana saat dimintai keterangan dilingkungan kantor Gubernur Lampung, Senin (9/3/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan telah melakukan berbagai langkah penanganan banjir di sejumlah wilayah kota, mulai dari perbaikan talud, pembenahan drainase, hingga penertiban bangunan yang berdiri di bantaran sungai.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, berbagai upaya tersebut telah dilakukan secara bertahap oleh pemerintah kota untuk meminimalkan dampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Menurutnya, beberapa titik talud yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki. Selain itu, penataan rumah warga yang berada di pinggir sungai juga terus dilakukan secara bertahap.

"Kalau untuk sementara ini talud sudah kita bereskan. Rumah-rumah yang ada di pinggir sungai juga secara bertahap sudah kita selesaikan. Bahkan ada yang sudah kita bongkar dan kita bantu perbaiki kembali," ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (9/3/2026).

Eva menjelaskan, tantangan utama yang saat ini masih dihadapi adalah mempercepat aliran air agar tidak terjadi penumpukan saat hujan deras. Hal tersebut terutama terjadi di wilayah perbatasan antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki aliran sungai cukup besar.

"Sekarang permasalahannya bagaimana air bisa cepat keluar. Karena di daerah perbatasan antara Lampung Selatan dengan Bandar Lampung sungai-sungainya besar," jelasnya.

Meski demikian, ia menyebut wilayah pesisir relatif tidak mengalami persoalan besar terkait banjir dibandingkan beberapa wilayah lainnya.

Eva berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dapat segera mengambil langkah konkret untuk membantu penanganan sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Ia menilai penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh pemerintah kota saja, tetapi memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat melalui pihak balai.

"Mudah-mudahan tergerak hati Balai untuk mencari solusi dan jalan keluarnya untuk dampak sungai-sungai yang ada di Bandar Lampung," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota telah melakukan sejumlah langkah lain seperti normalisasi drainase, pembersihan sungai, pengerukan sedimentasi, hingga penertiban bangunan liar yang berada di atas aliran sungai.

"Drainase sudah kita perbaiki, kebersihan sungai sudah kita lakukan, pengerukan juga sudah. Bahkan ada bangunan yang berada di tengah sungai sudah kita robohkan dan kita rapikan," ungkapnya.

Menurut Eva, penanganan banjir di Bandar Lampung merupakan tanggung jawab bersama, mengingat kota tersebut merupakan ibu kota Provinsi Lampung yang aktivitasnya tidak hanya melibatkan warga setempat.

"Bandar Lampung ini kan ibu kota provinsi. Jadi bukan hanya warga Bandar Lampung saja yang harus menjaga, tapi semuanya harus ikut menjaga ibu kota kita," ujarnya.

Eva juga mengakui bahwa dirinya harus bersikap tegas dalam menangani persoalan banjir agar langkah penanganan bisa berjalan maksimal. Ia mengatakan komunikasi dengan pihak balai sebenarnya telah dilakukan beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum terlihat realisasi di lapangan.

"Kita sudah pernah bertemu dengan Balai satu atau dua bulan lalu, tapi realisasinya belum ada. Sementara di media sosial seperti TikTok, pemerintah kota yang sering disalahkan," katanya.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi dan mempercepat penanganan banjir di Bandar Lampung.

Selain itu, Eva juga mendorong percepatan pembangunan embung sebagai salah satu langkah pengendalian banjir di wilayah tersebut.

Ia menyebut rencana pembangunan embung, termasuk di lahan yang dikenal sebagai tanah Suzuki, perlu segera direalisasikan agar dapat membantu menampung debit air saat hujan deras.

Menurutnya, rencana dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk pembangunan embung di wilayah Lampung Selatan dan Pesawaran juga diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di Bandar Lampung.

"Embung itu harus segera dipercepat. Kalau benar-benar terealisasi, insyaallah bisa membantu mengurangi masalah banjir," pungkasnya. (*)