Bandar Lampung Butuh 13 Embung dan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan. Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Lampung menilai pembangunan embung dan kolam retensi menjadi salah satu solusi
penting untuk mengurangi risiko banjir di Kota Bandar Lampung.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi
Lampung, Budi Darmawan, mengatakan kebutuhan embung dan kolam retensi di Bandar
Lampung cukup banyak, terutama untuk menahan aliran air dari wilayah hulu agar
tidak langsung mengalir deras ke daerah hilir.
Menurutnya, pembangunan Embung Kemiling menjadi salah satu
contoh upaya nyata yang sudah dilakukan untuk mengendalikan aliran air saat
hujan deras.
"Embung di Kemiling itu salah satu upaya menahan air agar
tidak langsung turun secara cepat ke daerah hilir," kata Budi saat
dimintai keterangan, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, embung tersebut berfungsi menahan debit air saat
hujan deras, kemudian melepaskannya secara perlahan ketika kapasitas sudah penuh
sehingga tidak menimbulkan luapan air besar secara tiba-tiba di wilayah bawah.
"Alhamdulillah Embung Kemiling berfungsi. Air ditahan
terlebih dahulu, lalu saat sudah penuh dilepas secara pelan-pelan sehingga
tidak menyebabkan luapan besar di daerah hilir," jelasnya.
Budi menyebutkan, berdasarkan pembahasan dalam rapat penanganan
banjir, setidaknya dibutuhkan sekitar 13 embung atau kolam retensi di Bandar
Lampung untuk membantu mengurangi potensi banjir.
Namun jumlah tersebut masih menunggu rekomendasi resmi dari
masterplan penanganan banjir yang sedang disusun.
"Paling tidak ada 13 embung atau kolam retensi yang
mestinya dibangun. Tapi ini masih menunggu rekomendasi dari masterplan
banjir," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan satu embung saja tidak cukup
untuk menyelesaikan seluruh persoalan banjir di Bandar Lampung. Oleh karena
itu, diperlukan berbagai upaya tambahan yang dilakukan secara terpadu.
Saat ini, lanjut Budi, belum ada rencana pembangunan embung baru
dalam waktu dekat. Pemerintah masih menunggu hasil kajian dari masterplan
banjir sebelum menentukan langkah pembangunan berikutnya.
"Kalau nanti dari rekomendasi masterplan banjir ada yang
bisa segera dikerjakan, tentu akan kita kerjakan," katanya.
Budi juga menjelaskan bahwa pembangunan embung nantinya akan
ditempatkan di beberapa wilayah strategis mulai dari hulu hingga hilir.
Untuk wilayah hulu, lokasi yang memungkinkan berada di kawasan
Kemiling dan sekitarnya, termasuk daerah Batu Putu. Sementara di wilayah tengah
kota, embung atau kolam retensi berpotensi dibangun di kawasan Tanjung Senang
dan Sukarame.
"Adapun untuk wilayah hilir, pembangunan kolam retensi
memungkinkan dilakukan di kawasan Panjang dan sekitarnya apabila masih tersedia
lahan yang bisa dimanfaatkan," jelasnya.
Selain pembangunan embung, Pemerintah Provinsi Lampung juga
menyiapkan langkah lain untuk meningkatkan daya serap air di wilayah perkotaan.
"Tahun ini, Dinas PSDA Lampung menganggarkan pembangunan
1.000 titik sumur bor biopori di Kota Bandar Lampung," tuturnya.
Budi mengatakan program tersebut akan lebih efektif jika
dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat
dan dunia usaha.
"Kalau ini dimasifkan, melibatkan masyarakat dan dunia usaha,
misalnya sampai 10.000 bahkan 50.000 titik biopori, tentu dampaknya akan sangat
terasa untuk mengurangi genangan dan banjir," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Lampung Dorong Sosialisasi Masif Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Senin, 09 Maret 2026 -
Eva Dwiana Tegaskan Sudah Benahi Talud dan Drainase, Desak BBWS Mesuji Sekampung Ambil Peran Atasi Banjir
Senin, 09 Maret 2026 -
341 Jemaah Umrah Indonesia Masih Menunggu Jadwal Pulang dari Arab Saudi
Senin, 09 Maret 2026 -
Pemkot Bandar Lampung Bagikan Beras kepada 43.589 Keluarga Penerima Manfaat
Senin, 09 Maret 2026









