• Minggu, 08 Maret 2026

Banjir di Lampung Selatan Rendam 4 Kecamatan, 939 KK Terdampak dan 1 Warga Meninggal

Minggu, 08 Maret 2026 - 09.18 WIB
16

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung pada Jum'at (6/3/2026), menyebabkan banjir di sejumlah daerah, terutama di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

"Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi pada Jum'at kemarin menyebabkan banjir di Bandar Lampung dan juga Lampung Selatan," kata Wahyu saat dimintai keterangan, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan data sementara yang dilaporkan BPBD Lampung Selatan, banjir berdampak pada beberapa kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai ribuan jiwa.

Di Kecamatan Jati Agung, banjir merendam tujuh desa. Desa Gedung Harapan tercatat menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 165 kepala keluarga (KK) atau 498 jiwa.

Kemudian Desa Marga Agung sebanyak 119 KK atau 358 jiwa, Desa Margo Lestari sebanyak 34 KK atau 110 jiwa, Desa Karang Sari sebanyak 107 KK atau 208 jiwa, Desa Way Hui sebanyak 198 KK atau 594 jiwa, Desa Jati Mulyo sebanyak 19 KK atau 70 jiwa, serta Desa Fajar Baru sebanyak 13 KK atau 47 jiwa.

"Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Jati Agung mencapai 665 KK dengan total 1.885 jiwa. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa di wilayah tersebut," jelasnya. 

Sementara itu di Kecamatan Tanjung Sari, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Galih. Tanggul dilaporkan jebol di dua titik, yakni di Desa Malang Sari dan Desa Kertosari.

"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 38 KK di Desa Kertosari terdampak banjir," jelasnya. 

Di Kecamatan Natar, banjir juga merendam dua desa yakni Desa Hajimena dengan 42 KK terdampak dan Desa Sidosari sebanyak 101 KK terdampak. Total warga terdampak di kecamatan ini mencapai 143 KK.

Sementara di Kecamatan Tanjung Bintang, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Lematang. Tiga desa terdampak yakni Desa Lematang sebanyak 32 KK, Desa Way Galih sebanyak 47 KK, dan Desa Sabah Balau sebanyak 14 KK.

"Total warga terdampak di Kecamatan Tanjung Bintang mencapai 93 KK. Selain itu, satu unit kantor UPT Pertanian juga dilaporkan ikut terdampak banjir," kata dia. 

Dalam peristiwa tersebut juga terjadi musibah anak tenggelam yang terseret arus deras di Desa Kali Asin. Korban dilaporkan meninggal dunia.

Secara keseluruhan, banjir di Kabupaten Lampung Selatan berdampak pada empat kecamatan dengan ratusan kepala keluarga terdampak serta satu korban jiwa meninggal dunia. (*)