LPG 3 Kilogram Langka dan Mahal di Lambar, Pemkab Ajukan Tambahan Kuota ke Pertamina
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Lampung Barat, Syafarudin. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kebutuhan LPG 3 kilogram meningkat signifikan selama bulan Ramadan. Dampaknya, gas bersubsidi tersebut mulai langka di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Jika pun tersedia, harganya melonjak di atas harga eceran tertinggi (HET).
Pantauan di Pekon Padang Cahya dan Desa Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Rabu (4/3/2026), puluhan warga terpaksa mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kilogram.
Mayoritas yang mengantre adalah ibu rumah tangga yang khawatir tidak kebagian karena stok cepat habis setiap kali distribusi datang.
Warga menyebut kelangkaan terjadi akibat pasokan dari sejumlah pangkalan terbatas, sementara kebutuhan meningkat selama Ramadan. Aktivitas memasak yang lebih intens membuat konsumsi gas melon naik dibanding hari biasa.
Seorang warga Pekon Padang Cahya mengatakan, kelangkaan sudah dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini sebenarnya kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, namun kali ini dirasakan lebih cepat meski Ramadan baru memasuki pertengahan bulan.
“Sekarang langka LPG 3 kilogram. Kami mengantre seperti mengantre sembako. Ini masih pertengahan puasa sudah susah, padahal kebutuhan masak meningkat,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Desa Sebarus. Selain sulit ditemukan di pangkalan resmi, LPG 3 kilogram juga mulai langka di tingkat pengecer. Jika ada, harganya mencapai Rp30 ribu per tabung akibat keterbatasan stok.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah agar distribusi kembali normal, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri saat kebutuhan rumah tangga meningkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan telah mengajukan penambahan kuota LPG 3 kilogram kepada PT Pertamina Patra Niaga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Lampung Barat, Syafarudin, mengatakan permohonan penambahan kuota telah mendapat respons dan segera ditindaklanjuti.
"Kami sudah merespons keluhan masyarakat, khususnya dari Kecamatan Balik Bukit. Dalam beberapa hari terakhir warga harus berkeliling mencari pangkalan untuk mendapatkan gas,” kata dia, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kelangkaan diduga dipicu tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan pasokan. Selain rumah tangga, pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan juga turut meningkatkan konsumsi LPG bersubsidi.
Pemerintah daerah juga berencana menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah yang mengalami lonjakan permintaan, termasuk Kecamatan Balik Bukit. Operasi pasar diharapkan membantu masyarakat memperoleh gas dengan harga sesuai ketentuan.
Selain itu, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan bersama jajaran Pemkab Lampung Barat telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah agen dan pangkalan LPG.
Sidak tersebut dipimpin Asisten II Pemkab Lampung Barat, Pirwan, guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan serta mencegah penimbunan maupun penyalahgunaan.
Sidak dilakukan menyusul ramainya pemberitaan dan viralnya antrean warga di salah satu agen di Pekon Padang Cahya. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut perlu segera disikapi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Syafarudin menegaskan, koordinasi dengan pihak Pertamina terus dilakukan guna memastikan distribusi tetap lancar. Ia juga mengingatkan agen dan pangkalan agar menyalurkan LPG bersubsidi sesuai ketentuan dan memprioritaskan masyarakat yang berhak.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap penambahan kuota, operasi pasar, serta pengawasan distribusi dapat menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram selama Ramadan hingga Idul Fitri. (*)
Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Jumat 06 Maret 2026 dengan judul “LPG 3 Kilogram Langka dan Mahal di Lambar”
Berita Lainnya
-
Inisiasikan Desa Cahaya hingga Program Berkah Ramadan, YBM PLN UID Lampung Salurkan Zakat Rp 2,4 M Sepanjang Tahun 2025
Jumat, 06 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Kasih Ibu, Anak-Anak Panti Doakan Teknokrat Besar dan Berkembang
Kamis, 05 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Bussaina
Kamis, 05 Maret 2026 -
KPPU Ungkap Praktik Tying pada Penjualan Minyakita di Metro dan Bandar Lampung
Kamis, 05 Maret 2026









