• Jumat, 06 Maret 2026

BPJN Lampung Kebut Penutupan 7.174 Titik Lubang Jalan Nasional Sebelum Lebaran

Jumat, 06 Maret 2026 - 11.11 WIB
28

Kepala BPJN Lampung Ali Duhari saat memberikan keterangan, Jumat (6/3/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menargetkan seluruh lubang di ruas jalan nasional di Provinsi Lampung dapat tertutup sebelum H-10 Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BPJN Lampung, Ali Duhari, mengatakan berdasarkan data per 6 Maret 2026 terdapat 7.174 titik lubang di ruas jalan nasional di Lampung. Dari jumlah tersebut, 5.721 titik sudah ditangani, sementara 1.919 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

"Progres penanganan lubang saat ini sudah mencapai sekitar 79,75 persen. Target kita sebelum H-10 Lebaran seluruh lubang sudah tertutup sehingga jalan lebih aman dilalui pemudik," kata Ali saat dimintai keterangan, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, perbaikan jalan di lapangan masih terus dilakukan oleh petugas bersama para perusahaan penyedia jasa konstruksi. Penanganan lubang dilakukan dengan metode cold milling atau pengupasan permukaan aspal yang rusak sebelum dilakukan penambalan.

Ali menjelaskan, dalam praktiknya beberapa lubang yang berdekatan biasanya ditangani sekaligus dalam satu bidang agar lebih efektif.

"Kalau lubangnya bergerombol misalnya ada 10 titik di satu lokasi, biasanya langsung kita kotakkan jadi satu untuk ditambal. Tapi kalau lubangnya satu-satu justru lebih sulit karena harus dikerjakan satu per satu," ujarnya.

Sebelum dilakukan penambalan permanen, BPJN juga melakukan langkah sementara yang disebut Salob (Sapu Lubang) untuk menutup lubang sementara agar tidak membahayakan pengendara.

"Salob itu penanganan sementara di lapangan supaya tidak menimbulkan kecelakaan. Setelah itu baru dibongkar lagi dan dilakukan penambalan permanen," jelasnya.

Namun proses penanganan lubang di jalan nasional saat ini juga menghadapi kendala cuaca. Hujan yang masih sering turun membuat proses pengaspalan harus menunggu kondisi yang memungkinkan.

"Aspal itu idealnya dihampar dalam kondisi panas, sehingga kalau hujan tentu menjadi kendala di lapangan. Tapi teman-teman tetap bekerja agar target sebelum Lebaran bisa tercapai," katanya.

Secara keseluruhan, panjang ruas jalan nasional di Provinsi Lampung mencapai 1.298 kilometer yang terbagi dalam beberapa lintas, yakni Lintas Timur, Lintas Tengah, Lintas Barat, dan Lintas Penghubung.

Jalan tol juga termasuk dalam jaringan jalan nasional, meskipun pengelolaannya dilakukan oleh badan usaha jalan tol. Dari total tersebut, tingkat kemantapan jalan nasional di Lampung saat ini mencapai 92,32 persen berdasarkan data Semester II tahun 2025.

"Ruas Lintas Timur menjadi jalur dengan tingkat kemantapan tertinggi yaitu 97,55 persen dengan panjang sekitar 285 kilometer. Jalur ini juga menjadi rute alternatif mudik yang paling pendek dari Pelabuhan Bakauheni menuju perbatasan Sumatera Selatan," kata dia.

Sementara itu Lintas Tengah sepanjang 318,47 kilometer memiliki tingkat kemantapan paling rendah yaitu 85,59 persen, karena jalur ini paling banyak dilalui kendaraan berat seperti truk angkutan batu bara.

"Adapun Lintas Barat sepanjang 333,57 kilometer memiliki tingkat kemantapan 92,22 persen, sedangkan Lintas Penghubung mencapai 92,75 persen dan ruas non-lintas sepanjang 78 kilometer memiliki kemantapan sekitar 95 persen," sambungnya.

Kerusakan jalan seperti retak buaya atau crocodile cracking juga menjadi perhatian karena dapat berkembang menjadi lubang baru, terutama saat terjadi hujan terus-menerus dan dilalui kendaraan dengan muatan berlebih.

"Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem dan adanya kendaraan berat yang melintas, lubang bisa cepat muncul kembali. Karena itu penanganan terus kita lakukan agar jalur mudik tetap aman," tutup Ali. (*)