• Sabtu, 07 Maret 2026

Banjir Rendam 38 Titik di Bandar Lampung, Kostiana Desak Pemkot Benahi Drainase

Jumat, 06 Maret 2026 - 22.17 WIB
80

Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana. Foto: Sandika/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung dalam waktu singkat kembali memicu banjir di berbagai wilayah. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, sedikitnya 38 titik di Kota Bandar Lampung terdampak banjir.

Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menelan korban jiwa. Dilaporkan dua orang meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah terbawa arus banjir.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa yang terjadi akibat banjir di ibu kota Provinsi Lampung tersebut.

“Saya turut berduka cita atas korban jiwa dalam musibah banjir ini. Tentu ini sangat kita sesalkan dan menjadi perhatian bersama agar ke depan kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Kostiana, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat menjadi salah satu faktor yang memicu banjir di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung.

“Memang hujannya tidak lama, tetapi sangat deras. Berdasarkan laporan BPBD Lampung, banjir terjadi di 38 titik,” katanya.

Kostiana yang juga anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) Bandar Lampung itu mengimbau Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk melakukan pembenahan serius terhadap infrastruktur penanganan banjir, terutama sistem drainase.

Ia menilai sistem drainase yang tidak memadai serta gorong-gorong yang sempit menjadi salah satu penyebab luapan air tidak dapat tertampung dengan baik.

“Kami mengimbau Pemkot Bandar Lampung untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya drainase, agar persoalan banjir yang kerap terjadi bisa diminimalisasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kostiana juga menyoroti minimnya kehadiran aparatur wilayah seperti lurah, camat, hingga ketua lingkungan dalam kegiatan reses anggota DPRD.

Padahal menurutnya, kegiatan reses merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Saat ini kami sedang melaksanakan reses di 11 titik, tetapi hanya satu lurah yang hadir. Bahkan dari satu lingkungan yang memiliki sekitar 15 RT, tidak satu pun RT yang hadir,” ungkapnya.

Menurut Kostiana, kehadiran aparatur wilayah sangat penting agar mereka dapat mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama terkait persoalan banjir yang banyak disampaikan warga.

“Ketika reses, kami turun untuk membantu pemerintah kota mencari solusi, termasuk soal perbaikan infrastruktur drainase. Keluhan masyarakat paling banyak memang soal banjir,” jelasnya.

Kostiana juga menyinggung rencana kerja sama penanganan banjir antara Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran yang sebelumnya sempat dibahas.

Namun hingga saat ini, rencana kolaborasi tersebut belum terealisasi.

“Kerja sama penanganan banjir antara Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran sebenarnya sudah dibahas tahun lalu, tetapi belum terlaksana. Insyaallah jika sudah berjalan, itu bisa membantu mengurangi banjir di Bandar Lampung,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memberikan perhatian lebih terhadap kondisi Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi agar tidak terus menjadi daerah langganan banjir.

“Jadi sama-sama kita perhatikan ibu kota provinsi ini, yang seharusnya sudah aman dari banjir,” tandasnya. (*)