• Jumat, 06 Maret 2026

ASDP Bakauheni Perkuat Armada Kapal Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Jumat, 06 Maret 2026 - 09.23 WIB
24

ASDP Bakauheni Perkuat Armada Kapal Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memperkuat kesiapan armada kapal untuk menghadapi arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran penyeberangan di lintasan utama Merak–Bakauheni yang menjadi salah satu jalur transportasi tersibuk saat musim mudik.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 57 unit kapal yang akan dioperasikan selama masa angkutan Lebaran.

Armada tersebut disiapkan untuk melayani mobilitas penumpang dan kendaraan yang diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, ASDP menyiapkan 57 kapal,” kata Partogi Tamba saat jumpa pers di Ruang VIP ASDP Cabang Bakauheni, Kamis (5/3/2026) sore.

Dalam operasional harian, rata-rata 28 kapal akan beroperasi secara bergantian di lintasan penyeberangan.

Sementara kapal lainnya disiapkan sebagai armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pada periode puncak mudik maupun arus balik.

Selain memperkuat armada kapal, ASDP juga menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai kepadatan kendaraan di pelabuhan.

Salah satunya melalui skema pembagian kendaraan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur jalur penyeberangan berdasarkan jenis kendaraan.

"Beberapa kendaraan akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan besar khususnya logistik akan dialihkan ke pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan BBJ dan Wika Beton, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Partogi.

Ia menjelaskan, kendaraan yang dapat menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni meliputi pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, serta mobil pick up.

Sementara kendaraan logistik dan truk besar nantinya diarahkan menggunakan pelabuhan alternatif untuk memisahkan arus kendaraan penumpang dan logistik.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran tercatat sekitar 1.253.200 orang. Pada tahun 2026, angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 2,11 persen menjadi 1.376.970 orang.

Sementara itu, kendaraan roda empat yang tahun lalu tercatat sebanyak 169.147 unit diproyeksikan meningkat 1,99 persen menjadi sekitar 172.712 unit pada tahun ini.

ASDP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada H+3 hingga H+4 Lebaran atau sekitar 25 hingga 26 Maret 2026, dengan tiga skema operasional yakni normal, padat, dan sangat padat yang disiapkan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. (*)