Program MBG Selama Ramadan, MKKS Bandar Lampung Soroti Menu hingga Waktu Pengantaran
Program MBG Selama Ramadan, MKKS Bandar Lampung Soroti Menu hingga Waktu Pengantaran. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bandar Lampung, Hendri Irawan, menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Evaluasi tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah keluhan dari sekolah terkait menu makanan hingga waktu pengantaran yang dinilai mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Hendri Irawan mengatakan, secara umum paket MBG selama Ramadan telah diterima dan didistribusikan kepada para siswa di sekolah-sekolah. Ia juga mengapresiasi adanya perbaikan dari pihak penyedia yang mulai merespons masukan dari sekolah.
"Selama Ramadan paket MBG sudah kami terima dan sudah kami distribusikan kepada siswa. Alhamdulillah secara umum sudah berjalan baik,” ujar Hendri, Kamis (5/3/2026).
Meski demikian, pihak MKKS tetap memberikan sejumlah saran agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah variasi menu makanan. Hendri berharap menu MBG dapat dibuat lebih beragam agar siswa tidak bosan dan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.
"Alangkah baiknya jika makanan lebih bervariasi dengan lauk pauk yang bisa dinikmati siswa, seperti ayam ungkep, ayam goreng, atau tahu goreng,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti adanya roti yang dibagikan kepada siswa tanpa merek yang jelas serta tanpa keterangan tanggal kedaluwarsa. Hal tersebut dinilai perlu diperhatikan demi menjaga keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa.
"Jangan memberikan roti tanpa merek yang jelas dan tanpa masa berlaku. Ini penting untuk memastikan keamanan makanan bagi siswa,” katanya.
MKKS juga mengusulkan agar pada paket MBG dicantumkan label harga. Menurut Hendri, hal ini bertujuan agar para wali murid dapat mengetahui nilai dari makanan yang diberikan dalam program tersebut.
"Saran kami, jika diperlukan dapat dicantumkan juga label harga agar para wali murid dapat mengetahui nilainya,” tambahnya.
Selain soal menu dan kemasan makanan, waktu pengantaran paket MBG juga menjadi catatan penting. Hendri mengatakan, beberapa kali pengantaran makanan terlambat sehingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Untuk pengantaran MBG ke sekolah diharapkan tidak selalu terlambat karena bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Di sisi lain, MKKS juga berharap adanya petunjuk teknis atau panduan resmi terkait pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan, sehingga pihak sekolah memiliki acuan yang jelas dalam pendistribusian kepada siswa.
Meski terdapat beberapa catatan, Hendri mengungkapkan bahwa pihak penyedia MBG mulai merespons masukan yang diberikan oleh sekolah. Hal itu terlihat dari adanya peningkatan variasi menu yang diberikan kepada siswa.
"Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada respons yang baik dari pihak penyedia. Variasi menu untuk buka puasa siswa sudah lebih beragam, seperti sudah ada salad buah dan menu lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan ke depan sehingga pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih baik dan benar-benar mendukung pemenuhan gizi siswa selama bulan Ramadan. (*)
Berita Lainnya
-
80.000 Jamaah Umrah Indonesia Terdampak Perang Iran-Amerika Serikat
Kamis, 05 Maret 2026 -
Antrean Elpiji 3 Kg Terjadi di Lampung Barat, Dinas ESDM Pastikan Pasokan Masih Aman
Kamis, 05 Maret 2026 -
Nyalakan Harapan Lewat Program LUTD Serentak, PLN Nyalakan Sambungan Listrik Gratis bagi Masyarakat Prasejahtera di Provinsi Lampung
Kamis, 05 Maret 2026 -
Perbaikan Jalan Lampung dari Dana Pinjaman Masuk Tahap Tender, Pemenang Diumumkan Akhir Maret 2026
Kamis, 05 Maret 2026









