• Kamis, 05 Maret 2026

Gas 3 Kg di Balik Bukit Langka Saat Ramadan, Pemkab Lambar Ajukan Penambahan Kuota

Kamis, 05 Maret 2026 - 12.03 WIB
15

Pemkab Lampung Barat saat Sidak pangkalan gas LPG untuk memastikan penyaluran gas LPG 3 Kg sesuai aturan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Balik Bukit saat Ramadan mendorong Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bergerak cepat.

Melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Pemkab resmi mengajukan penambahan kuota gas bersubsidi menjelang Idul Fitri kepada PT Pertamina Patra Niaga.

Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa. Permintaan gas melon untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil dilaporkan melonjak signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kelangkaan yang lebih luas jika tidak segera diantisipasi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Lampung Barat, Syafarudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Pertamina guna memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus meminta tambahan kuota fakultatif.

"Penambahan kuota sangat penting menjelang Hari Raya Idul Fitri karena kebutuhan memasak biasanya meningkat drastis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengajuan tersebut telah mendapat respons dan segera ditindaklanjuti. Pemerintah daerah berharap tambahan pasokan dapat menjaga stabilitas distribusi, terutama di wilayah yang terdampak kelangkaan.

Balik Bukit menjadi sorotan setelah antrean panjang warga viral di media sosial. Di Pekon Padang Cahya dan Desa Sebarus, puluhan warga yang mayoritas ibu rumah tangga terlihat mengantre membawa tabung kosong sejak sore hari. Stok di pangkalan disebut habis dalam waktu singkat begitu pasokan datang.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, di tingkat pengecer harga dilaporkan merangkak naik hingga Rp30 ribu per tabung akibat keterbatasan stok.

"Sekarang langka gas LPG. Kami ngantre sudah seperti ngantre sembako. Ini masih pertengahan puasa saja sudah susah,” keluh seorang warga.

Sebagai langkah lanjutan, pemkab berencana menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di titik-titik yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk Balik Bukit.

Operasi pasar diharapkan membantu masyarakat memperoleh gas dengan harga sesuai ketentuan serta menekan potensi lonjakan harga.

Selain itu, pemkab juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi sesuai aturan dan tidak terjadi penimbunan.

"Kami sudah memperingatkan pangkalan agar menjual sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindaklanjuti,” tegas Syafarudin.

Pemkab Lampung Barat berharap penambahan kuota, operasi pasar, dan pengawasan distribusi dapat menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram hingga Idul Fitri. Pemerintah berkomitmen terus memantau situasi agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran soal kebutuhan energi rumah tangga. (*)