• Senin, 02 Maret 2026

‎Jamaah Umrah Lampung Dipastikan Aman, Kemenhaj Waspadai Gangguan Penerbangan Pulang

Senin, 02 Maret 2026 - 13.08 WIB
38

‎Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, Ansori F Citra. Foto: Sandika/Kupastuntas.co

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lampung mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menunda jadwal keberangkatan jamaah hingga situasi benar-benar kondusif.

‎Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, Ansori F Citra, mengatakan eskalasi konflik tersebut berpotensi berdampak pada kelancaran penerbangan jamaah umrah, khususnya saat kepulangan ke Tanah Air.

‎“Saat ini kami telah meminta data kepada seluruh PPIU terkait jumlah jamaah umrah asal Lampung yang sedang berada di Arab Saudi. Berdasarkan laporan sementara, tercatat 438 jamaah berangkat pada Februari. Sebagian sudah kembali ke Lampung dan sebagian lainnya masih berada di Arab Saudi,” ujarnya.

‎Ansori menjelaskan, dari total 114 PPIU yang melayani jamaah umrah asal Lampung yang terdiri dari 40 PPIU pusat dan 74 PPIU cabang, namun baru 14 PPIU yang menyampaikan laporan resmi. Dengan demikian, jumlah jamaah yang berada di Arab Saudi diperkirakan bisa lebih dari 438 orang.

"Masih ada kemungkinan jumlahnya bertambah karena belum semua PPIU melaporkan data. Selain itu, ada pula jamaah yang berangkat secara mandiri atau melalui travel yang tidak terdata di kami,” jelasnya, Senin (02/03/2026).

‎Meski situasi geopolitik memanas, Ansori memastikan berdasarkan laporan sementara, kondisi jamaah asal Lampung dalam keadaan aman dan dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Namun, kekhawatiran muncul terkait potensi pembatalan atau penundaan penerbangan jika situasi memburuk.

"Yang dikhawatirkan adalah penerbangan. Kalau jadwal pulang sudah ditetapkan, tapi terjadi pembatalan akibat kondisi tertentu, tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan,” katanya.

‎Ia menambahkan, durasi umrah jamaah bervariasi, mulai dari paket 9 hari, 12 hari, hingga 15 hari, tergantung jenis paket yang diambil dan tanggal keberangkatan.

‎Memasuki pertengahan Ramadan, jumlah jamaah umrah biasanya meningkat signifikan karena banyak masyarakat yang ingin menjalankan ibadah sekaligus menyambut Idulfitri di Tanah Suci. Namun, pihaknya mengimbau agar keberangkatan sementara ditunda.

‎“Kami sudah meminta kepada travel umrah agar menunda pemberangkatan sampai situasi benar-benar aman. Memang pemerintah Arab Saudi belum menutup akses dan Kemenhaj pusat juga belum mengeluarkan larangan, tetapi demi keamanan dan kenyamanan jamaah, sebaiknya ditunda terlebih dahulu,” tegasnya.

‎Ansori juga meminta keluarga jamaah untuk tetap tenang dan tidak panik, sembari terus mendoakan agar seluruh proses ibadah dan kepulangan berjalan lancar.

‎“Kepada pimpinan PPIU, kami minta agar terus memantau kondisi jamaah di Arab Saudi dan berkoordinasi dengan pihak maskapai maupun otoritas setempat agar ada kepastian jadwal kepulangan,” imbaunya.

‎Sepanjang 2025 hingga Desember, tercatat sekitar 23 ribu jamaah umrah asal Lampung telah diberangkatkan. Tingginya animo masyarakat menunjukkan minat ibadah umrah yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Kami juga mengimbau agar seluruh PPIU segera melaporkan data jamaah yang sedang menunaikan umrah, sehingga seluruhnya terdata dengan baik,” tandasnya. (*)