Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Dubes: 329 WNI Masih Aman, Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi
Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Dubes: 329 WNI Masih Aman, Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berdampak langsung pada perjalanan internasional warga sipil, termasuk jamaah umrah asal Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, perhatian pemerintah Indonesia juga tertuju pada keselamatan warga negara Indonesia yang berada langsung di Iran. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran mencatat sedikitnya 329 WNI masih berada di negara tersebut.
Duta Besar RI untuk Iran, Roy Soemirat, memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan terus dipantau.
"KBRI Teheran terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh warga negara Indonesia di berbagai kota di Iran,” ujarnya melalui siaran pers audio.
Menurut Roy, hingga kini belum ada laporan korban WNI akibat serangan militer tersebut. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga Indonesia tetap berada dalam kondisi aman di tengah situasi perang yang berkembang cepat.
Serangan militer yang terjadi pada Kamis pagi waktu Iran disebut menargetkan sejumlah kota strategis dan fasilitas penting negara itu.
Ketegangan yang sebelumnya berlangsung dalam bentuk ancaman diplomatik kini berubah menjadi konflik terbuka setelah Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Meski konflik masih berlangsung dan situasi kawasan belum stabil, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan secara intensif.
Jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi diminta tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menunggu jadwal penerbangan baru hingga kondisi keamanan penerbangan internasional kembali normal.
Sejumlah jamaah kini tertahan di Arab Saudi akibat penghentian sementara penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah.
Penutupan wilayah udara di beberapa negara Teluk menyebabkan maskapai penerbangan membatalkan dan menunda jadwal keberangkatan maupun kepulangan penumpang. Situasi tersebut membuat ratusan jamaah Indonesia harus menunggu kepastian jadwal pulang ke Tanah Air.
Maskapai internasional seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad Airways, dan Turkish Airlines dilaporkan menghentikan sementara sejumlah penerbangan menuju dan dari kawasan Timur Tengah, termasuk rute penting dari Jeddah dan Doha yang selama ini menjadi jalur transit jamaah umrah Indonesia.
Salah satu jamaah umrah asal Indonesia, Natria Baskoro (37), yang berada di Madinah, mengaku belum menerima kepastian mengenai kepulangannya.
Ia semula dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Minggu (1/3/2026) melalui Qatar Airways dengan transit di Doha.
"Di sini alhamdulillah aman, kondisi Madinah kondusif. Tapi saya seharusnya pulang besok, insya Allah. Sampai sekarang rombongan kami masih menunggu informasi lanjutan,” kata Natria, dilansir dari theacehpostcom, Minggu (01/03/2026).
Menurutnya, suasana di Madinah tetap tenang dan aktivitas ibadah berjalan normal. Namun kabar eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah membuat sebagian jamaah merasa cemas terhadap keselamatan perjalanan pulang mereka.
"Semoga tidak berdampak langsung ke Tanah Suci. Semoga semuanya dilindungi Allah SWT,” ujarnya.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan operasi militer terhadap Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan peluncuran rudal serta drone tempur yang memperluas potensi konflik regional.
Sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, mengambil langkah antisipatif dengan menutup atau membatasi ruang udara demi menjaga keamanan penerbangan sipil. Kebijakan ini berdampak luas karena wilayah tersebut merupakan jalur utama penerbangan internasional.
Doha dan Dubai selama ini menjadi pusat transit utama bagi jamaah umrah Indonesia yang berangkat maupun pulang dari Arab Saudi.
Ketika ruang udara ditutup, operasional maskapai langsung terganggu sehingga ribuan penumpang internasional mengalami penundaan perjalanan.
Otoritas penerbangan di kawasan hingga kini masih melakukan evaluasi situasi keamanan sebelum membuka kembali jalur udara secara normal. Jamaah diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai serta biro perjalanan terkait perubahan jadwal penerbangan. (*)
Berita Lainnya
-
Tambah Satu, Total 5 Tahanan Kabur Polres Way Kanan Sudah Ditangkap
Minggu, 01 Maret 2026 -
Usai Kawasan Chandra, Polisi Tertibkan Parkir Liar di Depan Mall Kartini Bandar Lampung
Minggu, 01 Maret 2026 -
BGN Setop Operasional 47 SPPG Selama Ramadan
Minggu, 01 Maret 2026 -
Rektor UIN RIL Ajak Publik Jernih Menilai Pernyataan Menteri Agama Tentang Zakat
Minggu, 01 Maret 2026









