• Minggu, 01 Maret 2026

Pemuda di Sukau Lambar Ditemukan Tewas Digorok

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19.54 WIB
1.3k

Korban Resa saat ditemukan dengan luka di leher dan dievakuasi ke rumah sakit. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Warga Pekon Jagaraga, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda dalam kondisi tak bernyawa di area kebun miliknya, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Resa (23), warga setempat. Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku dengan luka serius di bagian leher serta sejumlah tanda kekerasan di beberapa bagian tubuhnya. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa korban meninggal dunia akibat tindak penganiayaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat beraktivitas di kebun seperti hari-hari biasa. Namun menjelang siang, warga dikejutkan dengan temuan tubuh korban yang tergeletak di kebun dalam kondisi bersimbah darah.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan warga ke pihak kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB. Aparat kepolisian pun segera bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat setempat.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Rudy Prawira, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan laporan awal diterima dari warga yang menemukan seorang laki-laki dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka di tubuhnya.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB dari warga bahwa terdapat seorang laki-laki dalam kondisi tidak sadarkan diri di Pekon Jagaraga dengan luka di tubuhnya,” ujar Rudy saat dikonfirmasi.

Setelah menerima laporan tersebut, tim opsnal Satreskrim Polres Lampung Barat langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan barang bukti dan memastikan kondisi korban.

“Setelah tim tiba di TKP dan melakukan pengecekan, benar korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah kami evakuasi ke RSUD Alimuddin Umar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Rudy.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan di beberapa bagian tubuh korban. Luka paling mencolok berada di bagian leher dan diduga menjadi penyebab utama kematian korban.

“Untuk rangkaian peristiwa belum bisa kami sampaikan secara detail karena masih dalam proses penyelidikan. Namun indikasi awal mengarah pada dugaan penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa korban,” tegasnya.

Pihak kepolisian memastikan telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus tersebut. Identitas terduga pelaku disebut telah dikantongi dan saat ini dalam pengejaran oleh tim yang dipimpin Kanit Jatanras, sementara penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap motif di balik kematian pemuda tersebut. (*)