• Sabtu, 28 Februari 2026

Pelajar SMP di Bandar Lampung Dibacok Geng Motor Sepulang Tarawih

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14.59 WIB
52

Korban FA (15), warga Perumnas Way Kandis saat mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit usai diserang sekelompok geng motor. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial FA (15), warga Perumnas Way Kandis, menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan kelompok geng motor di Jalan Singa Melintang, Kelurahan Agung, Kecamatan Kota Sepang Jaya, Bandar Lampung, Jumat (27/2/26) malam.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian kepala hingga harus mendapatkan 10 jahitan. Selain itu, FA juga menderita luka sayatan di punggung serta sejumlah luka di bagian kaki.

Kakak korban, Malik, mengungkapkan peristiwa bermula saat adiknya bersama seorang rekannya berjalan kaki usai melaksanakan salat tarawih di rumah temannya di kawasan Kota Sepang Jaya.

“Menurut cerita adik saya dan temannya, mereka selesai tarawih lalu berjalan kaki berkeliling di sekitar rumah tersebut,” kata Malik saat dikonfirmasi melalu WhatsApp Sabtu (28/2/26).

Di tengah perjalanan, keduanya berpapasan dengan rombongan puluhan orang dewasa yang mengendarai sepeda motor. Rombongan tersebut diduga membawa senjata tajam dan sempat melakukan pengejaran.

“Karena melihat ada yang mengacungkan senjata tajam, mereka ketakutan dan berusaha melarikan diri. Saat berlari, adik saya terpeleset dan terjatuh, lalu dianiaya dan dibacok,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, setelah melakukan pembacokan, para pelaku sempat bersorak di lokasi kejadian sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Warga sekitar yang mendengar keributan kemudian keluar rumah dan memberikan pertolongan kepada korban.

Korban selanjutnya dibawa pulang oleh warga menggunakan sepeda motor, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung dengan nomor laporan LP/B/334/II/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)