• Jumat, 27 Februari 2026

Menu MBG di Belalau Lambar Dikeluhkan, Siswa Terima Telur Mentah dan Pecah

Jumat, 27 Februari 2026 - 13.41 WIB
219

Tampak telur mentah yang diberikan kepada siswa di Lampung Barat pecah saat diterima siswa. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Belalau kembali menuai keluhan dari para wali murid. Kali ini, menu telur yang dibagikan kepada para siswa masih mentah dan pecah saat dibawa pulang oleh siswa ke rumah untuk dikonsumsi.

Berdasarkan informasi yang diterima Kupas Tuntas, keluhan tersebut muncul setelah pembagian menu MBG yang diterima oleh beberapa satuan pendidikan di wilayah Pekon Kenali, Pekon Kejadian, Pekon Sukarame, serta Pekon Bedudu. Wali murid menilai kualitas menu kali ini tidak sesuai harapan.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena telur yang diterima anaknya masih mentah dan mudah pecah. “Telurnya belum matang, jadi pas diberikan ke anak-anak telur nya memang sudah pecah. Ini tentu jadi perhatian kami sebagai orang tua,” kata dia, Jumat (27/2/2026).

Ia mengatakan telur seharusnya dimasak dengan baik agar aman dikonsumsi anak-anak. “Kalau masih mentah seperti itu, kami khawatir soal kebersihannya dan kesehatannya. Anak-anak kan langsung pegang dan bawa sendiri,” katanya.

Adapun komposisi menu MBG yang dibagikan kepada para siswa terdiri dari satu buah jeruk, satu buah salak, satu butir telur, satu kotak susu, satu bolu bonita, satu kue bolu, satu roti, serta satu roti sosis. Paket makanan diketahui dibagikan untuk jatah konsumsi selama dua hari.

Namun demikian, para wali murid menilai telur menjadi menu yang paling bermasalah dalam paket tersebut. Menurut mereka, telur yang masih mentah tidak hanya mudah rusak, tetapi juga berisiko jika dikonsumsi tanpa pengolahan lanjutan di rumah.

"Apakah memang sengaja dibagikan mentah atau seperti apa telurnya? kan kami juga mempertanyakan, jika memang sengaja dibagikan mentah kami sarankan kedepan lebih baik dibagikan setelah matang sehingga anak-anak lebih aman membawa dan konsumsi nya," kata dia.

Wali murid berharap ke depan pihak penyedia MBG lebih memperhatikan kualitas dan keamanan makanan. “Programnya bagus, kami mendukung. Tapi pelaksanaannya harus diperbaiki, terutama soal menu yang mudah rusak seperti telur,” ucapnya.

Salah satu Wali Murid yang lain menyebut kejadian telur pecah cukup banyak dialami siswa. “Anak-anak bawa dalam tas, jalan kaki atau naik motor. Kalau telurnya mentah, wajar kalau banyak yang pecah,” katanya yang minta identitasnya dirahasiakan.

Para wali murid juga meminta agar ada evaluasi terhadap teknis pengemasan dan proses pengolahan makanan sebelum dibagikan. Mereka menilai makanan untuk anak sekolah seharusnya benar-benar siap konsumsi dan aman, tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

Para wali murid berharap keluhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Mereka menekankan agar tujuan utama program MBG untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah tetap tercapai dengan kualitas makanan yang layak dan aman dikonsumsi. (*)