• Rabu, 25 Februari 2026

MBG Ramadhan di Kotabumi dan Bandar Lampung Tuai Keluhan, Orang Tua Soroti Gizi dan Kelayakan Menu

Rabu, 25 Februari 2026 - 14.07 WIB
85

Potret MBG di SD Soekarno Hatta, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara dan SD Negeri 1 Kaliawi, Kota Bandar Lampung. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di sejumlah daerah di Lampung menuai keluhan dari orang tua siswa. Mereka menilai menu yang dibagikan belum mencerminkan standar gizi maupun kesesuaian dengan nilai anggaran yang disebut berlaku dalam program tersebut.

Keluhan salah satunya datang dari wali murid di SD Soekarno Hatta, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Dalam sebuah video yang beredar pada Rabu (25/2/2026), seorang wali murid memperlihatkan paket MBG yang diterima anaknya.

Menu tersebut disebut berasal dari dapur penyedia D’acai dan berisi kacang telur dalam plastik klip kecil, serundeng, tiga butir kurma, serta satu potong bolu kukus ukuran kecil.

"Hari ini dari dapur D'acai dapat berupa kacang telor, serundeng, kurma 3 biji, dan bolu kukus ukuran kecil 1 biji," ujar salah satu wali murid dalam video yang diterima Kupastuntas.co.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan harapan agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan makanan yang dibagikan benar-benar dikonsumsi siswa.

"Kalau mau ngasih jangan snack seperti ini, ini mah bukan bergizi, bikin batuk. Tidak usah banyak macamnya asal bisa dimakan saja. Kalau ini kan nggak kemakan. Yang salah bukan programnya, tapi makin ke bawah pelaksanaannya nggak benar," ujarnya.

Menurutnya, makanan yang tidak diminati anak justru berpotensi terbuang sia-sia. Ia meminta pihak dapur penyedia melakukan evaluasi agar distribusi MBG tidak menjadi mubazir.

"Bukan nggak bersyukur tapi mubazir. Tolong yang kenal atau saudaranya dari dapur D'acai kasih masukan dong, ini sayang banget mubazir," tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua siswa di SD Negeri 1 Kaliawi, Kota Bandar Lampung. Mereka mempertanyakan komposisi menu MBG Ramadhan yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang beredar di masyarakat, yakni sekitar Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per porsi.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku anaknya hanya menerima satu buah jeruk, satu susu kemasan kecil, serta empat buah somai berukuran kecil.

"Masa dapatnya cuma jeruk 1, terus susu ukuran kecil 1 sama somai 4 biji kecil-kecil," ungkapnya.

Para orang tua berharap pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, khususnya selama Ramadhan. Mereka menilai tujuan utama program untuk meningkatkan asupan gizi siswa harus tetap menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas pembagian makanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait berbagai keluhan yang disampaikan para wali murid. (*)