• Selasa, 24 Februari 2026

Menu MBG Ramadhan Berisi Roti, Buah hingga Susu, di Lampung Barat Terima Tiga Hari Sekali, Bandar Lampung Setiap Hari

Selasa, 24 Februari 2026 - 08.12 WIB
105

Menu MBG selama bulan Ramadhan. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Provinsi Lampung didominasi makanan kering seperti roti, buah, susu, hingga kurma. Namun, pola pendistribusian program tersebut berbeda di setiap daerah, ada yang dibagikan tiga hari sekali dan ada pula yang diberikan setiap hari sekolah.

Selama Ramadan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyesuaikan menu MBG dengan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa. Jika pada hari biasa siswa menerima makanan matang atau menu basah, kini menu yang diberikan berupa makanan praktis dan tahan lama untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

Pantauan Kupas Tuntas pada Senin (23/2/2026), siswa di Kabupaten Lampung Barat menerima paket MBG untuk kebutuhan tiga hari. Paket tersebut berisi dua bungkus biskuit Marie susu, dua telur rebus, satu apel, satu roti bolu Bonita, satu kotak minuman sari kedelai, serta satu bungkus kurma.

Sejumlah wali murid sekolah dasar di Kecamatan Batu Brak dan Belalau mempertanyakan komposisi menu yang dinilai terlalu sederhana jika diperuntukkan selama tiga hari.

“Setiap siswa menerima satu paket MBG untuk kebutuhan tiga hari. Dalam paket tersebut berisi biskuit kemasan, minuman sari kedelai, dua butir telur, satu buah apel, roti, serta kurma. Seluruh menu dikemas dalam satu paket kecil dan dibagikan kepada siswa untuk dibawa pulang,” ujar seorang wali murid, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, apabila paket tersebut dibagi untuk tiga hari, asupan gizi anak dinilai masih kurang. Ia menilai siswa tetap membutuhkan nutrisi seimbang meski sedang berpuasa.

“Kalau dihitung-hitung, isinya itu sedikit sekali untuk tiga hari. Anak-anak tetap butuh protein, vitamin, dan energi untuk belajar,” katanya.

Wali murid tersebut mengaku memperoleh informasi bahwa anggaran MBG berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per siswa per hari. Namun, dengan menu yang diterima dalam satu paket untuk tiga hari, ia meragukan kesesuaian dengan alokasi anggaran yang ada.

“Kami bukan mempersoalkan programnya, tapi ingin kejelasan. Dengan anggaran segitu, kok yang diterima anak-anak hanya paket kecil seperti itu,” tegasnya.

Ia bahkan mengusulkan agar selama Ramadan bantuan MBG dialihkan dalam bentuk uang tunai atau bantuan langsung kepada orang tua agar kebutuhan gizi anak dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

“Kalau diganti uang, kami bisa belikan makanan yang lebih bergizi untuk sahur atau berbuka anak. Bisa disesuaikan juga dengan selera dan kebutuhan gizi anak, jadi tidak mubazir,” ujarnya.

Sementara itu, di Kota Bandar Lampung, pendistribusian MBG dilakukan setiap hari sekolah. Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur awal Ramadan, siswa menerima menu MBG berupa makanan kering.

Di SDN 2 Rawa Laut, siswa mendapatkan menu berisi dua buah jeruk, satu kotak susu, dan satu roti. Menu tersebut dibagikan pada siang hari agar dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa.

“Senang dapat MBG. Menu hari pertama ini ada jeruk dua biji, susu satu, dan roti satu. Kalau bukan Ramadan biasanya menunya basah,” kata Aulia, siswi kelas II SDN 2 Rawa Laut.

Siswi lainnya, Zia, mengatakan program MBG rutin diterima setiap hari sekolah. “Senang dapat MBG, setiap harinya dapat kalau sekolah,” ujarnya singkat.

Guru sekaligus Koordinator MBG SDN 2 Rawa Laut, Santri Wijaya, menjelaskan selama Ramadan menu yang dibagikan memang berupa makanan kering sebagai bentuk penyesuaian terhadap aktivitas puasa siswa.

“Untuk Ramadan ini menunya kering, bukan basah. Kecuali nanti kalau ada acara buka puasa bersama di sekolah, maka menunya basah dan diantar menjelang sore,” jelasnya.

Ia menyebutkan menu hari pertama terdiri dari satu kotak susu kecil, dua buah jeruk, dan satu roti. Adapun besaran anggaran MBG di tingkat sekolah dasar berbeda sesuai jenjang kelas, yakni Rp8 ribu per siswa untuk kelas 1 hingga 3 dan Rp10 ribu per siswa untuk kelas 4 hingga 6.

“Total penerima manfaat MBG di SDN 2 Rawa Laut sebanyak 1.374 siswa,” ungkapnya.

Hal serupa juga diterapkan di SMPN 25 Bandar Lampung. Para siswa menerima menu MBG berupa kurma, jeruk, susu, dan roti.

Guru SMPN 25 Bandar Lampung, Soraya, mengatakan penyesuaian menu dilakukan agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa selama menjalankan ibadah puasa.

“Karena Ramadan, jadi kita diberikan yang kering-kering. Untuk hari ini ada kurma sekitar delapan sampai sepuluh biji, roti isi cokelat, satu susu kotak, dan satu jeruk,” jelasnya.

Jumlah penerima manfaat program MBG di SMPN 25 Bandar Lampung tercatat lebih dari 800 siswa. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Selasa 24 Februari 2026 dengan judul “Menu MBG Ramadhan Berisi Roti, Buah, hingga Susu”