• Senin, 23 Februari 2026

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pohon Tumbang hingga Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah Lampung

Senin, 23 Februari 2026 - 10.40 WIB
36

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung pada, Minggu (22/2/2026) hingga Senin (23/2/2026) dini hari menyebabkan sejumlah kerusakan akibat banjir dan angin kencang.

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memicu kejadian serupa, meski secara tren intensitas hujan ekstrem mulai berkurang di penghujung Februari.

"Semalam situasinya cukup tegang karena hujan deras. Memang di akhir Februari kemungkinan hujan ekstrem mulai berkurang, tapi anomali cuaca masih cukup tinggi," ujarnya saat dimintai keterangan.

Ia menjelaskan, kejadian bencana yang dominan terjadi berupa pohon tumbang, disusul banjir genangan dan kerusakan bangunan akibat angin kencang.

"Sebagian besar pohon tumbang dan ada banjir kecil, tapi tidak sampai parah. Hingga akhir bulan, prediksi BMKG masih berpotensi hujan," tambahnya.

Wahyu merincikan peristiwa pohon tumbang terjadi di Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, pada 22 Januari 2026 sekitar pukul 20.40 WIB.

Pohon randu berdiameter sekitar 200 cm tumbang akibat hujan deras dan angin kencang, menimpa tiga ruko milik warga hingga menyebabkan atap jebol.

Kejadian serupa juga terjadi pada 22 Februari 2026 pukul 21.20 WIB di Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

"Pohon salam tumbang dan menimpa kabel listrik PLN serta tembok SD Negeri 3 Bandar Lampung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tembok sekolah mengalami kerusakan sedang," kata dia.

Selain itu banjir genangan terjadi di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung sekitar pukul 21.36 WIB. Hujan deras menyebabkan air masuk ke rumah warga.

"Satu rumah milik Risky Perdana yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa terdampak, tanpa korban jiwa," imbuhnya.

Banjir juga melanda wilayah Pesawaran, tepatnya di Kelurahan Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, pada 22 Februari 2026 pukul 17.35 hingga 22.00 WIB.

Hujan deras menyebabkan Sungai Way Lok meluap dan merendam permukiman warga.

Sebanyak 70 rumah terdampak, terdiri dari 50 rumah di Dusun Rawa Tunggal dengan ketinggian air sekitar 80 cm, serta 20 rumah di Dusun Rawa Subur dengan ketinggian air sekitar 70 cm.

Selain itu, banjir juga terjadi di Kelurahan Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada 22 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

"Hujan lebat menyebabkan drainase meluap, diperparah adanya galian tanah di area perbukitan sekitar lokasi," tuturnya.

Sebanyak lima rumah terdampak, dengan satu di antaranya dalam kondisi hampir roboh. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan bangunan menjadi perhatian. Saat ini air telah surut dan petugas masih melakukan pemantauan.

Kemudian di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, kanopi rumah dilaporkan roboh pada pukul 23.20 WIB akibat hujan disertai angin kencang.

Sementara itu, angin kencang juga terjadi di Kelurahan Negeri Agung, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah pada pukul 20.00 WIB.

"Peristiwa yang diduga angin puting beliung ini merusak rumah milik Ahmad Sodikin dan Marwa. Tidak ada korban jiwa, dan bantuan logistik tidak diperlukan," jelasnya.

Kejadian serupa juga dilaporkan di Kelurahan Siraman, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, pada 23 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Sebanyak 13 rumah warga terdampak akibat angin kencang.

"BPBD bersama sejumlah instansi terkait seperti Damkar, Satpol PP, Dinas PU, hingga aparat kelurahan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan," kata dia.

Hingga saat ini, seluruh kejadian dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa, baik meninggal, luka, maupun hilang.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi hingga akhir Februari, terutama terhadap risiko pohon tumbang, banjir, dan angin kencang. (*)