• Senin, 23 Februari 2026

Andika Wibawa: Kualitas Menu MBG Harus Dijaga Meski Dibagikan Saat Ramadan

Senin, 23 Februari 2026 - 13.27 WIB
21

‎‎Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa. Foto: Kupastuntas.co

‎Kupastuntas.co, ‎Bandar Lampung - Pemerintah pusat memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pelaksanaannya dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis, dengan mekanisme penyesuaian khusus selama bulan puasa.

‎‎Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah dijelaskan sebelumnya oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

‎‎Selama Ramadan, makanan dalam program MBG tidak dikonsumsi di sekolah, melainkan dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa. Selain itu, menu yang disiapkan berupa makanan kering dan tahan lama.

‎‎“MBG tetap ada selama Ramadan, tetapi tidak dimakan di tempat. Anak-anak bisa mengonsumsinya saat berbuka. Menu juga disesuaikan, seperti roti, susu, dan buah yang bisa dinikmati pada malam hari,” ujar Andika, Senin (23/02/2026).

‎‎Meski demikian, pelaksanaan MBG di bulan suci menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai program tersebut kurang tepat karena dikhawatirkan dapat mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, terutama bagi anak-anak. Ada pula yang mempertanyakan urgensi pelaksanaannya di bulan Ramadan.

‎‎Menanggapi hal itu, Andika menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam setiap kebijakan publik. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah memastikan pemenuhan gizi anak tetap terjaga, termasuk selama Ramadan.

‎‎“Namanya program pemerintah tentu sudah melalui perhitungan dan kajian. Jika niatnya untuk membantu kebutuhan gizi anak, terutama sebagai tambahan menu berbuka, tentu patut didukung,” tegasnya.

‎‎Ia menekankan agar satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) memperhatikan kualitas dan komposisi menu. Makanan yang dibagikan harus segar, bernilai gizi seimbang, dan sesuai kebutuhan anak selama berpuasa. Buah-buahan seperti pisang dan apel serta susu dinilai tepat karena praktis dan tetap bergizi.

‎‎“Menu harus benar-benar diperhatikan. Jangan asal-asalan atau sekadar makanan kering. Kualitas dan kesegaran harus dijaga, serta kandungan gizinya diperhitungkan dengan baik,” katanya.

‎‎Andika juga mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa alokasi dana per porsi harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan gizi anak tanpa pengurangan kualitas.

‎“Jika anggaran per porsi sudah ditetapkan, maka harus digunakan sebagaimana mestinya. Prioritasnya adalah kebutuhan gizi anak. Jika menu baik dan sesuai, masyarakat tentu tidak akan mempermasalahkan,” pungkasnya.

‎‎Dengan penyesuaian menu dan mekanisme distribusi, diharapkan program MBG tetap dapat berjalan optimal selama Ramadan serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah. (*)