• Kamis, 19 Februari 2026

Pengamat Nilai Setahun Mirza–Jihan Mulai Benahi Infrastruktur dan Proyek Mangkrak

Kamis, 19 Februari 2026 - 14.59 WIB
21

Pengamat Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung (Unila), Sigit Krisbintoro. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sehari lagi genap satu tahun memimpin Provinsi Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela dinilai mulai menunjukkan arah penyelesaian berbagai persoalan daerah, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga komitmen melanjutkan proyek mangkrak Kota Baru.

Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela resmi dilantik pada 20 Februari 2025 dengan mengusung visi 'Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045' yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembenahan tata kelola pemerintahan.

Pengamat Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung (Unila), Sigit Krisbintoro, menilai kinerja satu tahun Mirza–Jihan dapat dilihat dari respons terhadap persoalan mendasar yang selama ini membayangi Lampung, seperti infrastruktur rusak, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan antarwilayah, proyek mangkrak, hingga keterbatasan fiskal daerah.

"Dalam satu tahun ini, sudah terlihat arah kebijakan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut,” kata Sigit saat dimintai tanggapan melalui WhatsApp, Kamis (19/2/2026).

Ia mencontohkan program Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) yang melakukan rekonstruksi, rehabilitasi, dan pelebaran 52 ruas jalan sepanjang 66,208 kilometer serta pembangunan 21 jembatan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut konkret dalam mengatasi persoalan infrastruktur jalan dengan mempertimbangkan aspek kepadatan penduduk, aksesibilitas, dan perkembangan ekonomi wilayah.

"Perbaikan infrastruktur ini penting untuk meningkatkan konektivitas dan diharapkan mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah,” ujarnya.

Selain infrastruktur jalan, Sigit juga menyoroti komitmen pemerintah provinsi untuk melanjutkan proyek Kota Baru yang sempat mangkrak.

Ia juga menilai keberlanjutan proyek tersebut menjadi sinyal adanya keseriusan menyelesaikan agenda pembangunan jangka panjang.

"Komitmen melanjutkan proyek Kota Baru menunjukkan adanya keberanian menuntaskan persoalan lama yang tertunda,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pekerjaan rumah terbesar tetap berada pada upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Potensi sumber daya alam Lampung yang besar, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kebijakan yang tepat sasaran.

Beberapa program dinilai cukup strategis, seperti Desa Kumaju untuk mendorong perekonomian desa, program migran vokasi bagi lulusan SMK untuk mengurangi pengangguran, serta Program Sekolah Rakyat dan bantuan operasional pendidikan daerah bagi masyarakat kurang mampu.

Kendati belum maksimal menyelesaikan seluruh persoalan, Sigit menilai sudah terlihat adanya “kesadaran pemerintahan” dalam kepemimpinan Mirza–Jihan.

"Artinya, ada komitmen, tanggung jawab, dan tujuan untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjalankan prosedur administratif,” tegasnya.

Ia berharap implementasi visi dan misi yang telah dicanangkan dapat berjalan realistis, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberi dampak nyata bagi masyarakat Lampung. (*)