Pemprov Lampung Matangkan Penyaluran Tenaga Kerja ke Jepang, Sektor Pertanian Jadi Primadona
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan skema penyaluran tenaga kerja ke Jepang sebagai upaya membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam program ini, sektor pertanian disebut menjadi primadona yang paling diminati.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico saat ini tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan bahasa, hingga kesiapan administrasi bagi calon tenaga kerja. Langkah ini dilakukan agar tenaga kerja asal Lampung mampu memenuhi standar kebutuhan industri di Jepang.
“Penyaluran tenaga kerja ini bukan hanya soal kesempatan kerja, tetapi juga peningkatan kompetensi dan pengalaman internasional bagi masyarakat,” ujarnya.
Sektor pertanian dipilih karena memiliki kesesuaian dengan karakteristik tenaga kerja di Lampung yang mayoritas memiliki latar belakang di bidang tersebut. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian Jepang juga masih cukup tinggi, terutama untuk mendukung produktivitas di tengah keterbatasan tenaga kerja lokal.
Program ini juga melibatkan kerja sama dengan lembaga pelatihan dan pihak terkait guna memastikan calon tenaga kerja memiliki keahlian teknis yang sesuai, seperti budidaya tanaman, pengolahan hasil pertanian, hingga penggunaan teknologi modern.
Selain pertanian, beberapa sektor lain seperti manufaktur dan perikanan juga mulai dijajaki. Namun, sektor pertanian tetap menjadi fokus utama dalam tahap awal penyaluran tenaga kerja ke Jepang.
Pemprov Lampung menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan transparan, sehingga tenaga kerja yang diberangkatkan benar-benar siap secara kompetensi dan mental.
Pengamat ketenagakerjaan menilai langkah ini sebagai strategi positif dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah. Pengalaman kerja di luar negeri juga dinilai dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah saat para pekerja kembali ke tanah air.
Ke depan, Pemprov Lampung berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan membuka lebih banyak peluang kerja internasional bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil tenaga kerja kompeten di Indonesia. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Cetak Lulusan Unggul, Angga Leo Setyawan Sukses Jadi PNS Guru di Mesuji
Kamis, 02 April 2026 -
DPRD Lampung Hadiri Entry Meeting BPK RI, Giri Akbar Tekankan Akuntabilitas Keuangan Daerah
Kamis, 02 April 2026 -
ITERA Sediakan 3.156 Kuota Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pendaftaran Ditutup 7 April
Kamis, 02 April 2026 -
Siti Novita Sari, Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Narasumber Dokumenter FIFA-PSSI
Kamis, 02 April 2026








