• Minggu, 29 Maret 2026

Pemprov Lampung Telusuri Angka Putus Sekolah, Siapkan PKBM hingga SMA Terbuka sebagai Solusi

Rabu, 18 Februari 2026 - 08.30 WIB
3

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung terus menelusuri penyebab tingginya angka putus sekolah di sejumlah daerah sebagai langkah awal merumuskan solusi yang tepat sasaran. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penguatan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hingga pengembangan SMA Terbuka.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas masih ditemukannya anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan, baik di jenjang SMP maupun SMA. Faktor ekonomi, akses geografis, hingga kondisi sosial menjadi beberapa penyebab utama yang tengah dipetakan oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, sehingga diperlukan intervensi konkret untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari sistem pendidikan formal maupun nonformal.

“Penelusuran ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, termasuk menghadirkan solusi alternatif seperti PKBM dan SMA Terbuka,” ujar perwakilan Pemprov Lampung.

PKBM dinilai menjadi salah satu solusi strategis karena mampu menjangkau masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, PKBM memberikan kesempatan bagi anak putus sekolah untuk tetap memperoleh pendidikan setara SD, SMP, hingga SMA.

Selain itu, program SMA Terbuka juga disiapkan untuk menjawab keterbatasan akses pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. Sistem ini memungkinkan siswa belajar secara mandiri dengan bimbingan terbatas dari sekolah induk, sehingga lebih adaptif terhadap kondisi geografis dan ekonomi masyarakat.

Pemprov Lampung juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta satuan pendidikan untuk memperkuat pendataan siswa berisiko putus sekolah. Dengan data yang akurat, intervensi seperti bantuan pendidikan, program afirmasi, hingga penyediaan fasilitas belajar dapat lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, upaya ini turut melibatkan peran masyarakat dan orang tua dalam mendorong anak untuk tetap melanjutkan pendidikan. Edukasi mengenai pentingnya pendidikan menjadi bagian penting dalam menekan angka putus sekolah di daerah.

Pengamat pendidikan menilai, langkah Pemprov Lampung ini merupakan strategi yang tepat, terutama dengan memadukan jalur pendidikan formal dan nonformal. Dengan pendekatan yang inklusif, diharapkan angka partisipasi sekolah di Lampung dapat meningkat secara signifikan.

Ke depan, Pemprov Lampung berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan yang merata dan berkeadilan, sekaligus memastikan setiap anak di Lampung memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (*)