• Minggu, 29 Maret 2026

Gubernur Lampung Evaluasi Program Pendidikan 2026, Tekankan Cegah Anak Putus Sekolah

Rabu, 18 Februari 2026 - 08.34 WIB
3

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pendidikan tahun 2026 di Provinsi Lampung, dengan menekankan pentingnya upaya pencegahan anak putus sekolah sebagai prioritas utama.

Dalam arahannya, Gubernur menyoroti masih adanya tantangan dalam pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah terpencil dan masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir memastikan setiap anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

“Tidak boleh ada anak di Lampung yang putus sekolah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat,” tegasnya.

Evaluasi program pendidikan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari efektivitas bantuan pendidikan, distribusi tenaga pendidik, hingga kualitas sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, Pemprov Lampung juga melakukan pemetaan terhadap siswa yang berisiko putus sekolah untuk dilakukan intervensi lebih dini.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong optimalisasi program pendidikan nonformal seperti PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) serta pengembangan sekolah terbuka untuk menjangkau anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal.

Pemprov Lampung juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan data pendidikan lebih akurat dan program yang dijalankan tepat sasaran. Bantuan seperti beasiswa, subsidi pendidikan, serta dukungan perlengkapan sekolah menjadi bagian dari strategi menekan angka putus sekolah.

Selain faktor ekonomi, Gubernur juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Edukasi kepada orang tua terus dilakukan agar kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin meningkat.

Pengamat pendidikan menilai langkah evaluasi ini penting untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan angka partisipasi sekolah di Lampung.

Dengan evaluasi menyeluruh ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kualitas pendidikan di daerah terus meningkat, sekaligus mampu menekan angka putus sekolah secara signifikan pada tahun 2026 dan seterusnya. (*)