• Rabu, 18 Februari 2026

Cegah Balap Liar dan Tawuran di Bulan Ramadhan, Polresta Bandar Lampung Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

Rabu, 18 Februari 2026 - 19.18 WIB
4

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Polresta Bandar Lampung mengeluarkan imbauan khusus kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes PolAlfret Jacob Tilukay menyebutkan, bulan suci ramadhan merupakan momentum ibadah yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif. 

Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari juga berpotensi memunculkan kerawanan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Ia menjelaskan, suasana selepas salat tarawih hingga menjelang sahur kerap dimanfaatkan sebagian remaja untuk berkumpul di luar rumah. Tanpa pengawasan, aktivitas tersebut bisa mengarah pada tindakan yang melanggar hukum.

Beberapa bentuk kenakalan remaja yang sering muncul saat Ramadhan antara lain balap liar, tawuran antar kelompok, hingga penyalahgunaan petasan. Bahkan, tidak jarang kegiatan tersebut mengganggu kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah.

“Kami mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anaknya berada di rumah atau mengikuti kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai lengah, terutama pada malam hari,” ujar Kombes Alfret, Rabu (18/2/26).

Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah gangguan kamtibmas. Pengawasan yang konsisten serta komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai mampu menekan potensi penyimpangan perilaku.

Selain peran keluarga, kepolisian juga akan meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik rawan di Kota Bandar Lampung. Patroli difokuskan pada jam-jam rawan guna mencegah aksi balap liar dan gangguan ketertiban lainnya.

Langkah preventif tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama Ramadan. Kepolisian juga akan melakukan pendekatan persuasif kepada para remaja yang kedapatan nongkrong hingga larut malam.

Kombes Alfret menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan. Sinergi ini penting agar pengawasan terhadap generasi muda berjalan optimal.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana Ramadan tetap aman, tertib, dan penuh keberkahan. Dengan demikian, bulan suci tidak tercoreng oleh aksi-aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. (*)