Libur Imlek, 20.646 Tiket KA Terjual di Divre IV Tanjungkarang
Antrian tiket di Stasiun Tanjung Karang. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat total 20.646 tiket terjual selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 13 hingga 17 Februari 2026
Periode libur panjang tersebut untuk layanan kereta api relasi Tanjungkarang–Kertapati dan Tanjungkarang–Baturaja.
Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyampaikan bahwa tingginya angka penjualan tiket menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat saat momentum libur nasional.
“Selama periode 13 hingga 17 Februari 2026, tercatat total 20.646 tiket terjual. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi dalam menggunakan layanan kereta api pada libur panjang Imlek,” ujarnya.
Secara rinci, penjualan tiket pada 13 Februari tercatat sebanyak 4.379 tiket, kemudian 3.880 tiket pada 14 Februari, 4.111 tiket pada 15 Februari, 4.161 tiket pada 16 Februari, dan 4.115 tiket pada 17 Februari 2026.
"Lonjakan penumpang terlihat relatif merata setiap harinya, menandakan arus perjalanan tidak hanya terkonsentrasi pada satu tanggal tertentu, " katanya.
Menurut Zaki, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat tetap memilih kereta api sebagai sarana transportasi utama.
Selain tarif yang terjangkau, aspek keamanan dan ketepatan waktu menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi penumpang yang ingin memastikan perjalanan tetap lancar di tengah potensi kepadatan arus lalu lintas darat.
“Kereta api menawarkan kepastian waktu tempuh, bebas dari kemacetan, serta fasilitas yang semakin nyaman. Ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang ingin bepergian secara efisien,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan volume penumpang saat long weekend atau hari besar keagamaan merupakan tren yang konsisten terjadi setiap tahunnya. Kondisi tersebut mencerminkan semakin tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap layanan transportasi berbasis rel.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Divre IV Tanjungkarang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.
"Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan pengawasan operasional, perawatan rutin sarana dan prasarana, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan rangkaian kereta sebelum dioperasikan, " katanya.
Selain itu, koordinasi dengan para pemangku kepentingan juga terus diperkuat guna memastikan seluruh perjalanan berjalan aman, tertib, dan terkendali selama masa libur panjang. Petugas di stasiun maupun di atas kereta juga disiagakan secara optimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.
KAI Divre IV Tanjungkarang turut mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang dan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI. (*)
Berita Lainnya
-
Hadapi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur dan Buffer Zone
Selasa, 17 Februari 2026 -
Lampung Jadi Simpul Utama Mudik 2026, Bakauheni Diproyeksi Layani 2,94 Juta Penumpang
Selasa, 17 Februari 2026 -
Dishub Bandar Lampung Terapkan Sistem Buka-Tutup U-Turn di Jalur Protokol Selama Ramadhan
Selasa, 17 Februari 2026 -
Kuota Biosolar dan Pertalite Lampung Tahun 2026 Turun
Selasa, 17 Februari 2026









