Kata Kepala BPBD Soal Banjir, Pohon Tumbang dan Atap Berterbangan di Kota Metro
Kepala BPBD Kota Metro, Renan Joko Sajarwo saat ikut melakukan evakuasi terhadap Pohon tumbang di Jalan Budi Utomo, Metro Selatan. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Metro - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Metro pada Sabtu (14/2/2026) malam meninggalkan dampak serius di sejumlah wilayah. Banjir merendam beberapa titik, sementara sedikitnya belasan pohon tumbang menghambat akses jalan dan merusak fasilitas warga.
Di tengah situasi tersebut, Kepala BPBD Kota Metro, Renan Joko Sajarwo, mengakui bahwa jajarannya belum mampu menangani seluruh laporan warga secara cepat akibat membludaknya aduan.
"Hujan dibarengi angin yang sangat kencang tadi malam mengakibatkan banyaknya pohon tumbang dan genteng serta asbes sebagian warga ada yang terbang, khususnya di Kecamatan Metro Selatan dan ada sebagian di tempat lain,” tulis permohonan maaf Renan, melalui pesan singkat bertajuk BREAKINGNEWS yang disebarkan kepada jajaran lurah dan masyarakat, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, sejak hujan mengguyur disertai angin kencang, Satgas dan relawan BPBD langsung bergerak ke lapangan. Prioritas utama adalah penanganan pohon tumbang di jalan umum yang menyebabkan kemacetan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Satgas dan relawan BPBD dengan banyaknya aduan dan laporan dari warga sudah maksimal bekerja, terutama yang prioritas pohon yang roboh di jalan umum mengakibatkan arus lalu lintas macet. Sampai pukul 22.30 WIB kami masih dibersamai oleh Wali Kota, Asisten II, dan Camat Metro Selatan menyelesaikan pohon yang tumbang di jalan,” lanjutnya.
Namun derasnya laporan yang masuk membuat tidak semua titik terdampak dapat segera dieksekusi. Dalam bagian akhir pesannya, Renan secara tegas meminta para lurah menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum tertangani.
"Kalau ada warganya yang terdampak belum bisa kami eksekusi atau tangani, sampaikan permohonan maaf dari BPBD karena banyaknya aduan dan laporan dari warga,” tulisnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kupastuntas.co terkait jumlah titik banjir, Renan menyebut data yang masuk masih dalam tahap verifikasi. Sementara untuk pohon tumbang, BPBD memperkirakan terdapat sedikitnya 11 titik kejadian. Metro Selatan disebut sebagai wilayah yang mengalami dampak paling parah.
"Data banjir yang masuk belum valid. Kalau pohon tumbang diperkirakan ada 11 titik, yang terparah di Metro Selatan. Yang lainnya belum terpantau karena sudah malam dan menunggu laporan pagi ini,” kata Renan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (15/2/2026).
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa skala dampak bencana masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berjalan.
Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan material cukup signifikan. Atap rumah warga beterbangan diterpa angin, pagar roboh, kabel listrik putus hingga menyebabkan pemadaman, serta kabel telepon yang terputus di sejumlah lokasi.
"Untuk korban jiwa nihil, tetapi terdapat kerusakan atap rumah warga seperti genteng dan asbes yang terbang, pagar rumah warga rusak, kabel listrik padam, kemudian kabel telepon yang putus,” ungkap Renan.
Penanganan darurat dilakukan secara bertahap dengan dukungan warga setempat. Gotong royong menjadi kekuatan utama di tengah keterbatasan personel.
"Penanganan sementara dari Satgas dan relawan BPBD bisa berjalan baik dan terkondisi karena dibantu warga setempat yang terdampak,” bebernya.
BPBD mengingatkan bahwa musim hujan disertai angin kencang masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan potensi bahaya, terutama pohon tua atau miring yang berisiko tumbang.
"Kami menghimbau agar masyarakat selalu waspada menghadapi musim hujan disertai angin kencang yang masih terus berlangsung. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi. Kami harap warga dapat melaporkan apabila ada pohon yang sudah membahayakan kepada instansi terkait termasuk BPBD,” tegasnya.
Menariknya, permohonan maaf yang disampaikan Renan justru menuai respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan keberanian mengakui keterbatasan.
Di media sosial dan grup percakapan warga, pernyataan Kepala BPBD diapresiasi sebagai sikap kesatria yang jarang ditunjukkan pejabat publik. Namun di saat yang sama, muncul pula harapan agar pimpinan daerah mengambil langkah serupa.
Sejumlah warga menyarankan agar Wali Kota Metro turut hadir secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan memastikan evaluasi menyeluruh atas sistem kesiapsiagaan bencana. Mereka menilai, kehadiran pemimpin di tengah warga terdampak bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk empati dan tanggung jawab moral.
Peristiwa ini menjadi cermin bahwa bencana tidak hanya menguji kekuatan infrastruktur, tetapi juga kepemimpinan dan tata kelola respons darurat. Kota Metro kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk memperkuat sistem mitigasi, mempercepat respons laporan, dan memastikan koordinasi lintas instansi berjalan lebih solid.
Di tengah genangan dan batang pohon yang tumbang, satu hal yang mencuat adalah pesan sederhana namun kuat, yaitu kejujuran dan pengakuan atas keterbatasan bisa menjadi awal dari perbaikan. (*)
Berita Lainnya
-
Diterjang Hujan Angin, Dua Sekolah di Metro Pusat Rusak
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Metro Dikepung Banjir dan Pohon Tumbang, Warga Desak Pemerintah Turun Tangan
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Terkait Polemik Penonaktifan PBI-JKN, Dinsos Metro Klaim Telah Lakukan Sosialisasi
Jumat, 13 Februari 2026 -
2.703 PBI-JK Warga Metro Sudah Nonaktif, DPRD Minta Pemkot Segera Klarifikasi dan Siapkan Solusi
Kamis, 12 Februari 2026









