• Minggu, 15 Februari 2026

‎Diiringi Gondang Batak, Sudin Terima Ulos dan Manortor Bersama Keluarga Besar Pangaribuan

Minggu, 15 Februari 2026 - 19.11 WIB
40

Pesta Bona Taon Keluarga Besar Marga Pangaribuan boru, bere, ibebere Bandar Lampung dan sekitarnya di Gedung Parrona, Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, Minggu (15/2/2026). Foto: Olla/kupastuntas.co

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Suasana hangat, akrab, dan penuh sukacita mewarnai Pesta Bona Taon Keluarga Besar Marga Pangaribuan boru, bere, ibebere Bandar Lampung dan sekitarnya yang digelar di Gedung Parrona, Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, Minggu (15/2/2026).

‎Anggota Komisi III DPR RI Sudin, S.E. hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Tenaga Ahli DPR RI Dr. Donald Harris Sihotang, S.E., M.M. Acara budaya dan spiritual tahunan ini dihadiri ratusan peserta dari keluarga besar Pangaribuan wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.

‎Dalam sambutannya, Sudin menegaskan bahwa Pesta Bona Taon bukan sekadar seremoni adat, melainkan momentum penting untuk mensyukuri berkat Tuhan, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan jati diri orang Batak yang berlandaskan falsafah Dalihan Na Tolu.

‎“Dalihan Na Tolu bukan hanya adat, tetapi pedoman moral tentang bagaimana kita saling menghormati, mengasihi, dan menjaga keharmonisan dalam keluarga maupun masyarakat,” ujar Sudin.

‎Ia menjelaskan bahwa nilai somba marhula-hula, elek marboru, dan manat mardongan tubu sejatinya sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

Menurutnya, adat dan kebangsaan tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan dan saling menguatkan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Sudin juga menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

‎Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan sosial telah lama hidup dalam budaya Batak, khususnya melalui praktik Dalihan Na Tolu.

‎“Pancasila bukan untuk dihafalkan, tetapi untuk diamalkan. Budaya Batak sudah lama mempraktikkan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

‎Di hadapan keluarga besar Pangaribuan, Sudin juga menyampaikan pesan tegas terkait berbagai ancaman sosial yang kian mengkhawatirkan, seperti narkoba, judi online, dan pinjaman online ilegal.

‎Menurutnya, narkoba merusak akal sehat dan masa depan generasi muda, judi online menghancurkan ekonomi keluarga, sementara pinjaman online ilegal kerap menjerat masyarakat dengan bunga mencekik dan persoalan hukum.

‎“Keluarga adalah benteng pertama. Jika adat, iman, dan moral kita kuat, maka narkoba, judi online, dan pinjaman online ilegal bisa kita jauhi bersama,” katanya.

‎Usai menyampaikan sambutan, Sudin mendapat kehormatan menerima ulos dari keluarga besar Marga Pangaribuan sebagai ungkapan terima kasih, doa, dan penghormatan atas kehadirannya. Prosesi pemberian ulos tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

‎Kemeriahan acara semakin terasa ketika Sudin bersama keluarga besar Pangaribuan manortor diiringi gondang Batak.

Alunan gondang dan gerak tortor yang sarat makna menciptakan suasana penuh kegembiraan, sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan adat dan persaudaraan.

‎Tenaga Ahli DPR RI Dr. Donald Harris Sihotang turut mengapresiasi kekompakan keluarga besar Pangaribuan yang dinilainya mampu menjaga nilai adat dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

‎Acara ditutup dengan doa dan umpasa Batak yang sarat makna, disertai harapan agar tahun yang baru membawa kesehatan, rezeki, kedamaian, serta persatuan bagi seluruh keluarga besar Pangaribuan. (*)