Soroti Penghentian MBG di SDN 2 Sukarame, BGN Minta Segera Laporkan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, saat ditemui usai Rapat Konsolidasi Program MBG yang digelar di Novotel Lampung, Sabtu (14/2/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, terhenti sejak Januari
hingga Februari 2026. Padahal sekolah tersebut merupakan salah satu SD negeri
pertama penerima program unggulan pemerintah itu di Lampung.
Pemerintah pusat pun menegaskan bahwa penghentian hingga
sebulan tidak bisa dibenarkan hanya karena alasan peralihan dapur.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya,
menyatakan pemerataan layanan menjadi perhatian utama. Tidak boleh ada satu
SPPG melayani lebih dari 3.000 penerima sementara dapur lain hanya melayani
sekitar 1.000.
“Kalau ada peralihan sekolah itu hanya sementara dalam proses
penyesuaian. Tapi kalau sampai satu bulan tidak menerima MBG, silakan
dilaporkan. Itu bukan lagi soal peralihan, berarti ada masalah lain,” tegasnya,
saat ditemui usai Rapat Konsolidasi Program MBG yang digelar di Novotel
Lampung, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, MBG merupakan program besar pemerintah yang
menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta
didik.
"Karena itu, seluruh pihak mulai dari SPPG, mitra,
hingga pemerintah daerah harus menjalankan program sesuai spesifikasi teknis
dan standar operasional prosedur (SOP), " jelasnya.
Sony juga menekankan pentingnya dampak ekonomi lokal dari program
ini. Menurutnya, bahan pangan sebaiknya dipasok dari daerah sendiri agar
anggaran pemerintah pusat benar-benar terserap dan menggerakkan ekonomi
masyarakat Lampung.
Selain itu, pengawasan kebersihan dapur dan keamanan pangan
menjadi hal krusial guna mencegah pencemaran lingkungan maupun kasus keracunan
makanan. Dinas Kesehatan diminta aktif memastikan standar higienitas terpenuhi.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian,
berharap pelaksanaan MBG di Lampung benar-benar tepat sasaran.
“Program ini strategis untuk menjawab persoalan gizi buruk.
Saya berharap tidak ada lagi kejadian keracunan yang merugikan penerima
manfaat,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung sekaligus Ketua Satgas
MBG Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa kendala biasanya terjadi karena dapur
baru masih dalam tahap persiapan operasional.
“Biasanya masa transisi dua sampai tiga minggu. Tidak mungkin
sampai dua bulan. Kami akan kroscek kasus di Sukarame,” katanya.
Ia menegaskan, peralihan dapur seharusnya tidak sampai
menghentikan layanan di sekolah sebelum dapur pengganti siap beroperasi. Namun,
ada batasan maksimal 3.000 penerima per dapur jika belum memiliki juru masak
bersertifikat.
“Kalau sebelumnya melayani 3.400 penerima, maka 400 harus
dialihkan. Daripada kena sanksi, biasanya dikurangi sendiri. Tapi satu minggu
itu masih wajar, kalau sebulan berarti ada yang bermasalah dan kepala SPPG
tidak boleh tinggal diam,” tegasnya.
Saipul juga memaparkan skema anggaran per porsi sebesar Rp15
ribu, dengan rincian Rp10 ribu untuk bahan makanan, Rp3 ribu operasional dapur,
dan Rp2 ribu untuk investor.
Saat ini, dari total kebutuhan SPPG di Lampung, baru sekitar
12,8 persen atau sekitar 140 titik yang telah beroperasi.
"Ke depan, operasional dapur baru akan diperluas
terutama di 3T diantaranya Lampung Selatan, Pesawaran, Pesisir Barat,
Tanggamus, dan Tulang Bawang Barat, " ungkap dia.
Satgas MBG Lampung memastikan akan menelusuri penyebab
terhentinya MBG di SDN 2 Sukarame. Pemerintah menegaskan, program strategis
nasional ini tidak boleh terhambat hanya karena persoalan koordinasi dan
peralihan teknis semata. (*)
Berita Lainnya
-
Maling Gasak Mobil di Kedamaian Bandar Lampung dan Nyaris Tabrak Korbannya
Sabtu, 14 Februari 2026 -
RS Urip Sumoharjo Gelar Mini MCU untuk Peserta AIA, Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan Profesional
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Revitalisasi Tambak Dipasena Dongkrak Ekonomi Lampung, Tapi Target 8 Persen Tak Bisa Bertumpu pada Satu Sektor
Sabtu, 14 Februari 2026 -
RS Urip Sumoharjo Dampingi Perjuangan Pasien, Agustina Widiastuti Bagikan Testimoni Radioterapi
Sabtu, 14 Februari 2026









