Diduga Dibunuh, Polisi Bongkar Makam Kades di Lamsel yang Tewas Tergantung
Pembongkaran makam di pemakaman umum Desa Kelau atas permintaan resmi pihak keluarga. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Aparat kepolisian membongkar makam SL, seorang kepala desa di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung. Ekshumasi dilakukan setelah muncul dugaan bahwa kematian korban tidak wajar.
Pembongkaran makam berlangsung pada Kamis (12/2/2026) di pemakaman umum Desa Kelau atas permintaan resmi pihak keluarga.
Langkah tersebut ditempuh guna memastikan penyebab pasti kematian melalui proses autopsi oleh tim forensik.
SL sebelumnya ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kontrakan di Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, pada Kamis (5/2/2026). Saat ditemukan, korban dalam posisi tergantung, sehingga peristiwa itu sempat diduga sebagai bunuh diri.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Karang Timur Ipda Ibrahim menjelaskan, ekshumasi dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Autopsi dinilai penting setelah keluarga melihat adanya kejanggalan pada jasad korban.
“Ekshumasi hari ini berjalan lancar. Autopsi ini dilakukan atas permintaan pihak keluarga yang melihat adanya kejanggalan terkait dugaan tindak pidana pembunuhan berencana,” ujarnya, dilansir Kompascom.
Menurutnya, proses autopsi berlangsung sekitar dua jam dan tidak menemui hambatan berarti. Tim forensik melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengungkap ada tidaknya tanda-tanda kekerasan maupun penyebab kematian lain yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Ipda Ibrahim menambahkan, hasil autopsi diperkirakan keluar paling cepat tiga minggu dan paling lama satu bulan.
Kepolisian, kata dia, siap menindaklanjuti laporan keluarga apabila ditemukan indikasi unsur pidana dalam kematian tersebut.
Sebelumnya, saat jenazah pertama kali ditemukan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung untuk pemeriksaan medis luar.
Kala itu, keluarga sempat menolak autopsi dan membuat pernyataan resmi. Namun setelah jenazah dibawa ke rumah duka, keluarga mengaku menemukan kejanggalan pada tubuh korban hingga akhirnya meminta makam dibongkar untuk memastikan penyebab kematian. (*)
Berita Lainnya
-
BPKAD Klaim Gaji PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Mulai Dibayar Bertahap
Jumat, 13 Februari 2026 -
Sudin, S.E. Ajak Warga Sumber Sari Lamsel Perkuat Moral dan Cegah Bahaya Narkoba, Pinjol serta Judi Online
Jumat, 13 Februari 2026 -
Tuduh Korban Serempet Kendaraan, Pemuda 19 Tahun Rampas Motor Warga di Kalianda
Kamis, 12 Februari 2026 -
Menyamar Jadi Pembeli, Pria Misterius Bacok Pasutri Pemilik Toko di Katibung Lampung Selatan
Kamis, 12 Februari 2026









