Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga Rp167 miliar, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan tetap menjaga arah pembangunan agar tidak keluar dari kebutuhan dasar masyarakat.
Infrastruktur jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan menjadi prioritas utama dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin. Keduanya menekankan program prioritas yang mengarah untuk kebermanfaatan bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Parosil Mabsus saat bertemu dengan sejumlah organisasi wartawan di Lampung Barat dalam agenda refleksi satu tahun kepemimpinan Parosil Mabsus–Mad Hasnurin, yang digelar di Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (12/2/2026).
“Kita sedang diuji dengan kondisi yang tidak biasa. Anggaran berkurang cukup besar, tapi pemerintah tidak boleh berhenti. Yang kita lakukan sekarang adalah memilih prioritas yang benar-benar strategis,” kata Parosil.
Menurutnya, kebijakan efisiensi fiskal memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian besar-besaran. Namun, Pemkab Lampung Barat tetap berani mengambil keputusan strategis guna menunjang program pembangunan daerah.
“Meski ruang fiskal sempit, kita tetap memprioritaskan jalan karena ini langsung menyentuh aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Parosil menilai, dalam situasi keterbatasan, peran media menjadi penting sebagai mitra kritis pemerintah.
Ia mengapresiasi media yang terus mengawal jalannya pembangunan dengan kritik dan saran.
“Kritik dari media itu bagian dari kontrol publik. Itu yang membuat kami tetap berada di jalur yang benar,” ucapnya.
Dalam pemaparan kinerja satu tahun pemerintahan Parosil Mabsus–Mad Hasnurin, sektor infrastruktur mencatatkan capaian di atas target.
Indikator kualitas infrastruktur daerah meningkat dari target 71,50 persen menjadi 72,08 persen. Capaian kelestarian lingkungan hidup juga melampaui target, dari 67,23 persen menjadi 76,47 persen.
Sementara itu, kesiapsiagaan bencana daerah tercatat mencapai 132,89 dari target 155,66.
Parosil menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan daerah di tengah risiko bencana alam yang tinggi.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada layanan dasar, tetapi juga menyiapkan investasi jangka panjang sumber daya manusia.
Program jaminan kesehatan masyarakat, insentif tenaga kesehatan, layanan Ambulan Hebat, hingga beasiswa kedokteran bagi mahasiswa asal Lampung Barat tetap dijalankan.
Pada bidang pendidikan, Pemkab Lampung Barat kembali menghidupkan program seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP.
Kebijakan tersebut diambil meski pemerintah harus mengorbankan alokasi anggaran di sektor lain.
“Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk menepati janji kepada masyarakat,” tegas Parosil.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan beasiswa S1 Bahasa Lampung bagi tenaga pendidik tingkat SMA sebagai upaya menjaga identitas budaya daerah melalui dunia pendidikan.
Di tengah keterbatasan APBD, Pemkab Lampung Barat juga mengandalkan kolaborasi dengan pihak swasta.
Salah satu perusahaan pengembang panas bumi di Kecamatan Air Hitam berkontribusi sekitar Rp8 miliar untuk pembangunan jembatan dan peningkatan kualitas jalan.
Parosil menyebut kontribusi tersebut penting untuk menopang pembangunan infrastruktur penunjang investasi, meski proyek panas bumi masih menunggu keputusan akhir di tingkat internasional karena berada di kawasan lindung.
“Kalau ini berjalan, dampaknya bukan hanya soal energi, tapi juga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di akhir pemaparannya, Parosil menegaskan arah kebijakan pembangunan ke depan akan semakin selektif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Ia juga mendorong seluruh OPD untuk tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi aktif menggali potensi pendapatan daerah dan menjemput program pusat maupun provinsi.
“Lampung Barat punya potensi besar dari pertanian, pariwisata, dan perdagangan. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengelolanya dengan cerdas di tengah keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Proyek Irigasi Rp37,7 M di Lampung Barat Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan Lengkap
Kamis, 12 Februari 2026 -
Rawan Bencana, Lampung Barat Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Kekuhan
Kamis, 12 Februari 2026 -
Proyek Irigasi Rp37,7 Miliar di Suoh Tuai Keluhan, DPRD Minta Evaluasi
Rabu, 11 Februari 2026 -
Anggaran Hibah Ormas Lampung Barat Naik di 2026, Ini Daftar Penerimanya
Rabu, 11 Februari 2026









