130 Penumpang Ikuti Penerbangan Perdana Lampung - Kuala Lumpur Malaysia
Inagurasi Penerbangan perdana rute internasional Lampung - Kuala Lumpur di Bandara Radin Inten II. Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penerbangan perdana rute
internasional Lampung - Kuala Lumpur resmi beroperasi, dengan menggunakan
Maskapai TransNusa kode penerbangan 8B9201, Kamis (12/2/2026).
Inagurasi ini menandai babak baru setelah Bandara Radin Inten II
kembali ditetapkan sebagai bandara internasional.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, berharap ke depan
permintaan masyarakat terhadap penerbangan internasional dari Lampung semakin
meningkat sehingga Bandara Radin Inten II dapat dioptimalkan secara maksimal.
"Alhamdulillah hari ini inaugurasi penerbangan pertama
setelah kembali ditetapkan menjadi bandara internasional. Harapannya tentu
demand semakin tinggi dan masyarakat bisa mengoptimalkan Bandara Radin Inten
sebagai bandara internasional," ujar Jihan.
Menurutnya, Pemprov Lampung akan mengakselerasi kolaborasi
dengan pihak swasta seperti travel agent, agen pekerja migran, dan berbagai
pemangku kepentingan lainnya agar tingkat keterisian penumpang terus meningkat.
Dalam agenda kunjungan ke Kuala Lumpur, rombongan dijadwalkan
bertemu dengan Duta Besar RI di Malaysia (KBRI) serta perwakilan pekerja migran
Indonesia asal Lampung.
"Jadi kita ke Malaysia juga memiliki misi, kita akan
membahas potensi perdagangan, bisnis, dan kerja sama lainnya antara Lampung dan
Kuala Lumpur," jelasnya.
Jihan mengungkapkan, potensi penerbangan internasional dari
Lampung sangat besar. Setiap tahun tercatat sekitar 24 ribu jamaah umrah asal
Lampung berangkat melalui Bandara Radin Inten II, namun masih harus transit di
Jakarta untuk melanjutkan penerbangan ke Jeddah.
"Seharusnya ini menjadi peluang pengembangan daerah. Kalau
bandara kita bisa mengakomodasi penerbangan internasional secara optimal, maka
akan ada penghematan biaya dan efisiensi bagi masyarakat," jelasnya.
Selain jamaah umrah, terdapat sekitar 8.000 pekerja migran asal
Lampung. Jika jumlah tersebut pulang ke kampung setiap tahun maka estimasi
penghematan biaya perjalanan sekitar Rp2 juta pulang-pergi per orang.
"Ini hitungan kasar, tapi menunjukkan potensinya luar
biasa. Selain memudahkan konektivitas masyarakat Lampung ke berbagai destinasi
seperti Kuala Lumpur dan Jeddah, juga mendorong pengembangan ekonomi, bisnis,
budaya, dan pariwisata," tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Lampung saat ini termasuk dalam 10
destinasi teramai di Indonesia, dan menjadi yang teratas di Sumatera.
"Dengan hadirnya penerbangan internasional, diharapkan
dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, termasuk diaspora Indonesia,
untuk berkunjung ke Lampung," kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang
Sumbogo, mengatakan penerbangan perdana Lampung - Kuala Lumpur diikuti sekitar
120 hingga 130 penumpang.
"Rombongan terdiri dari perwakilan perangkat daerah
Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota se-Lampung, instansi vertikal,
asosiasi, civitas akademika, serta perwakilan masyarakat," kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
Sambut Ramadan, Grand Mercure Lampung Hadirkan Promo Spesial Buka Puasa dengan Panorama Kota dari Ketinggian
Kamis, 12 Februari 2026 -
8.500 Siswa SMA/SMK di Lampung Berminat Kerja dan Belajar ke Jepang
Kamis, 12 Februari 2026 -
Bandara Radin Inten II Masuk Empat Besar Traffic Region III, Angkasa Pura Siap Dorong Rute Internasional Reguler
Kamis, 12 Februari 2026 -
FKIP Unila Perkuat Daya Saing Global, Empat Prodi Kantongi Akreditasi Internasional
Kamis, 12 Februari 2026









