• Kamis, 12 Februari 2026

130 Penumpang Ikuti Penerbangan Perdana Lampung - Kuala Lumpur Malaysia

Kamis, 12 Februari 2026 - 13.31 WIB
50

Inagurasi Penerbangan perdana rute internasional Lampung - Kuala Lumpur di Bandara Radin Inten II. Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penerbangan perdana rute internasional Lampung - Kuala Lumpur resmi beroperasi, dengan menggunakan Maskapai TransNusa kode penerbangan 8B9201, Kamis (12/2/2026).

Inagurasi ini menandai babak baru setelah Bandara Radin Inten II kembali ditetapkan sebagai bandara internasional.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, berharap ke depan permintaan masyarakat terhadap penerbangan internasional dari Lampung semakin meningkat sehingga Bandara Radin Inten II dapat dioptimalkan secara maksimal.

"Alhamdulillah hari ini inaugurasi penerbangan pertama setelah kembali ditetapkan menjadi bandara internasional. Harapannya tentu demand semakin tinggi dan masyarakat bisa mengoptimalkan Bandara Radin Inten sebagai bandara internasional," ujar Jihan.

Menurutnya, Pemprov Lampung akan mengakselerasi kolaborasi dengan pihak swasta seperti travel agent, agen pekerja migran, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar tingkat keterisian penumpang terus meningkat.

Dalam agenda kunjungan ke Kuala Lumpur, rombongan dijadwalkan bertemu dengan Duta Besar RI di Malaysia (KBRI) serta perwakilan pekerja migran Indonesia asal Lampung.

"Jadi kita ke Malaysia juga memiliki misi, kita akan membahas potensi perdagangan, bisnis, dan kerja sama lainnya antara Lampung dan Kuala Lumpur," jelasnya.

Jihan mengungkapkan, potensi penerbangan internasional dari Lampung sangat besar. Setiap tahun tercatat sekitar 24 ribu jamaah umrah asal Lampung berangkat melalui Bandara Radin Inten II, namun masih harus transit di Jakarta untuk melanjutkan penerbangan ke Jeddah.

"Seharusnya ini menjadi peluang pengembangan daerah. Kalau bandara kita bisa mengakomodasi penerbangan internasional secara optimal, maka akan ada penghematan biaya dan efisiensi bagi masyarakat," jelasnya.

Selain jamaah umrah, terdapat sekitar 8.000 pekerja migran asal Lampung. Jika jumlah tersebut pulang ke kampung setiap tahun maka estimasi penghematan biaya perjalanan sekitar Rp2 juta pulang-pergi per orang.

"Ini hitungan kasar, tapi menunjukkan potensinya luar biasa. Selain memudahkan konektivitas masyarakat Lampung ke berbagai destinasi seperti Kuala Lumpur dan Jeddah, juga mendorong pengembangan ekonomi, bisnis, budaya, dan pariwisata," tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Lampung saat ini termasuk dalam 10 destinasi teramai di Indonesia, dan menjadi yang teratas di Sumatera.

"Dengan hadirnya penerbangan internasional, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, termasuk diaspora Indonesia, untuk berkunjung ke Lampung," kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan penerbangan perdana Lampung - Kuala Lumpur diikuti sekitar 120 hingga 130 penumpang.

"Rombongan terdiri dari perwakilan perangkat daerah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota se-Lampung, instansi vertikal, asosiasi, civitas akademika, serta perwakilan masyarakat," kata dia. (*)