Wali Kota Metro Tegaskan Jabatan Sekda Terbuka bagi Siapa Pun yang Kompeten
Walikota Metro, Bambang Iman Santoso saat diwawancarai awak media disela kegiatan bersih-bersih di Mulyojati. Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro –
Dinamika jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro kembali mencuri perhatian
publik dan kalangan aparatur sipil negara. Isu pergantian hingga rumor
pengunduran diri Penjabat (Pj.) Sekda Bayana beredar luas dan memicu beragam
spekulasi di internal birokrasi.
Menanggapi hal
tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso akhirnya angkat bicara. Namun,
alih-alih mengungkapkan secara terbuka arah kebijakan yang akan ditempuh,
Bambang justru memberi sinyal bahwa sejumlah keputusan strategis masih disimpan
rapat.
“Nanti kita tunggu saja
apa yang akan kita lakukan. Bukan hanya selter Sekda, sebenarnya ada beberapa
yang memang perlu di selter. Nanti kita lihat dulu, masih rahasia. Masak
semuanya dikasih tahu, nanti tidak surprise,” ujar Bambang saat diwawancarai
awak media, Rabu (11/2/2026).
Pernyataan tersebut
menguatkan indikasi bahwa pergerakan internal di tubuh Pemerintah Kota Metro
tengah berlangsung. Istilah selter yang dimaksud Bambang merujuk pada mekanisme
seleksi terbuka atau open bidding untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, yang
secara regulasi wajib dilaksanakan secara transparan dan kompetitif.
Isu lain yang turut
mencuat adalah kabar rencana pengunduran diri Pj. Sekda Bayana. Namun, Bambang
secara tegas membantah rumor tersebut. Ia memastikan hingga kini belum menerima
surat resmi apa pun terkait hal itu.
“Tidak ada, nggak ada
kaitannya. Sampai saat ini juga saya belum menerima suratnya. Nanti kita lihat
dulu lah ya, masak semuanya langsung mau saya sampaikan hari ini, besok-besok
lagi,” tegasnya.
Ketika ditanya soal
kemungkinan adanya kandidat kuat yang dipersiapkan untuk mengisi jabatan Sekda,
Bambang memilih menjawab secara diplomatis. Ia menegaskan bahwa penentuan Sekda
bukan persoalan memilih figur tertentu, melainkan membuka ruang seleksi bagi
aparatur terbaik.
“Memilih tidak ada,
tapi ya ini kan banyak yang bagus-bagus. Maksud saya jangan menyampaikan
bahwasanya kalau misalkan ada pegawai yang seolah-olah bukan dari Kota Metro
adalah sebuah kesalahan fatal, tidak. Kan ini Pemerintah Provinsi Lampung.
Semua yang punya kemampuan dan memang perlu kita akomodir, selama itu memang
masih di Provinsi Lampung juga tidak ada salahnya,” jelasnya.
Pernyataan tersebut
sekaligus merespons isu sensitif yang berkembang di kalangan ASN dan masyarakat
bahwa jabatan Sekda seharusnya diisi oleh putra-putri daerah atau pejabat
internal Kota Metro. Bambang menilai anggapan tersebut tidak tepat.
“Nanti begitu dibuka
selter, kalau selter itu kan umum, dari mana saja boleh. Nanti terbangun opini
kalau misalkan yang lolos bukan orang dari Metro, ngomongnya emang di Metro
nggak ada? Kan lucu kadang-kadang. Tidak boleh begitu,” cetusnya.
Ia menegaskan bahwa
kompetensi dan kapasitas harus menjadi tolok ukur utama, bukan latar belakang
daerah maupun kedekatan personal. Bambang juga menyatakan dukungannya terhadap
mekanisme seleksi terbuka untuk jabatan strategis.
“Yang mendukung lah,
memang itu kan harus dilakukan kalau untuk menentukan jabatan-jabatan tertentu.
Kalau misalkan harus selter kan, ya harus selter,” tegasnya.
Di tengah berbagai
spekulasi, muncul pula dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang mulai
mengkavling jabatan Sekda maupun sejumlah posisi kepala organisasi perangkat
daerah. Menanggapi hal itu, Bambang justru merespons dengan nada santai.
“Tidak ada, transparan.
Atau kalau mas sendiri sudah mengkavling, saya tidak tahu. Nanti kita tunggu
bisikan-bisikan ya,” tandasnya sembari bergurau.
Sebagai jabatan
strategis, posisi Sekda memiliki peran sentral sebagai motor penggerak
birokrasi, koordinator seluruh perangkat daerah, sekaligus penghubung utama
antara visi kepala daerah dan pelaksanaan kebijakan teknis.
Karena itu, publik
berharap proses penentuan Sekda Kota Metro benar-benar berjalan terbuka,
objektif, dan bebas dari intervensi kepentingan jangka pendek. Transparansi yang
dijanjikan diharapkan tidak hanya menjadi pernyataan, tetapi tercermin dalam
setiap tahapan seleksi. (*)
Berita Lainnya
-
Perkuat Kapasitas SDM Gakkum, Polres Metro Sosialisasikan UU Narkotika
Rabu, 11 Februari 2026 -
Dalih Tekanan Massa Disorot, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota Metro
Selasa, 10 Februari 2026 -
276 CJH Metro Manasik Haji Terintegrasi, Wali Kota Tekankan Spirit Keikhlasan
Selasa, 10 Februari 2026 -
Polres Metro Ungkap dari 204 Satkamling Hanya 55 yang Aktif
Selasa, 10 Februari 2026









