• Rabu, 11 Februari 2026

Usep Syaipudin: Penerbangan Internasional Momentum Bangkitkan Konektivitas Global

Rabu, 11 Februari 2026 - 14.03 WIB
24

Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung bersiap membuka penerbangan internasional perdana rute Lampung–Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Radin Inten II. Penerbangan tersebut akan dilayani maskapai TransNusa dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 12 Februari 2026.

Penerbangan inaugural atau penerbangan perdana direncanakan berangkat pukul 11.00 WIB dari Bandara Radin Inten II menuju Kuala Lumpur.

Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, mengapresiasi langkah dibukanya kembali penerbangan internasional dari Lampung ke Malaysia tersebut.

“Kita perlu mengapresiasi langkah ini. Penerbangan internasional Raden Inten ke Malaysia menjadi momentum penting bagi Lampung,” ujarnya, Rabu (12/2/2026).

Menurut Usep, pembukaan rute ini juga menjadi upaya strategis untuk menyelamatkan status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional. Pasalnya, status tersebut terancam dicabut apabila dalam batas waktu tertentu tidak terdapat penerbangan luar negeri yang aktif.

“Langkah ini juga untuk menyelamatkan status bandara internasional kita. Karena kalau dalam batas waktu yang ditentukan tidak ada penerbangan ke luar negeri, status itu bisa dicabut,” jelasnya.

Ia berharap, penerbangan ini mampu memberikan dampak positif bagi Provinsi Lampung, terutama dari sisi konektivitas dan perekonomian daerah. Salah satu target utama adalah jamaah umrah asal Lampung yang jumlahnya mencapai sekitar 24 ribu orang per tahun agar dapat terbang langsung dari Bandara Radin Inten II tanpa harus melalui bandara di luar daerah.

“Targetnya, jamaah umrah asal Lampung yang jumlahnya mencapai 24 ribuan per tahun bisa terbang langsung dari Raden Inten. Ini tentu akan lebih efisien dari sisi waktu dan biaya,” kata Usep.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan penerbangan internasional ini membutuhkan upaya serius dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola bandara, maskapai, agen perjalanan umrah, hingga masyarakat Lampung sendiri.

Usep mengingatkan bahwa beberapa tahun lalu penerbangan rute Malaysia juga sempat dibuka untuk menyelamatkan status bandara internasional. Namun, penerbangan tersebut tidak berlanjut karena berbagai faktor, terutama rendahnya jumlah penumpang.

“Beberapa tahun yang lalu penerbangan ke Malaysia ini juga pernah dilakukan untuk menyelamatkan status bandara internasional. Tapi sayangnya tidak berlanjut, karena berbagai hal. Yang utama adalah sepinya penumpang. Mudah-mudahan hal tersebut tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan fasilitas dan sarana pendukung layaknya bandara internasional yang melayani penerbangan luar negeri, agar kenyamanan dan kepercayaan penumpang dapat terjaga.

“Layaknya bandara internasional yang melayani penerbangan internasional, tentu perlu dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung,” tambahnya. (*)