• Rabu, 11 Februari 2026

Pesawat Tempur Super Tucano dan F-16 TNI AU Uji Coba Pendaratan di Tol Mesuji

Rabu, 11 Februari 2026 - 15.09 WIB
61

Tampak Pesawat Tempur TNI AU saat mendarat di Tol Mesuji. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Mesuji - Uji coba pendaratan pesawat tempur di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Lampung, berlangsung sukses. Dua pesawat tempur TNI Angkatan Udara, yakni Super Tucano dan F-16, berhasil mendarat dengan aman dan lancar.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengatakan, uji coba tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan di jalan tol dan berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar. Tadi dua pesawat tempur sudah melakukan uji coba, Super Tucano dan F-16, dan semuanya dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Donny usai kegiatan Rabu (11/2/26).

Menurutnya, uji coba ini merupakan tonggak penting (milestone) dalam penguatan sistem pertahanan negara yang bersifat semesta, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 dan 30 UUD 1945.

“Pertahanan bukan hanya urusan TNI, tetapi seluruh elemen masyarakat terlibat aktif di dalamnya. Termasuk kerja sama lintas kementerian dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan uji coba ini melibatkan Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI Angkatan Udara, Hutama Karya sebagai pengelola tol, serta pemerintah daerah di Lampung. Bahkan masyarakat turut berperan dengan bersedia tidak menggunakan sementara ruas tol selama kegiatan berlangsung.

Donny menambahkan, ke depan pemerintah telah menyiapkan roadmap pembangunan jalan tol maupun jalan nasional yang dapat difungsikan sebagai landasan alternatif (runway) pesawat tempur.

“Konsep pertahanan kita adalah pertahanan pulau-pulau besar. Jadi di setiap pulau kita menghendaki memiliki pangkalan yang cukup banyak. Kalau satu pangkalan diserang, masih ada alternatif lain,” jelasnya.

Ia mengakui, pendaratan di jalan tol memiliki tingkat risiko tinggi karena lebar jalan hanya 24 meter, jauh lebih sempit dibanding landasan pacu bandara yang umumnya 45 hingga 60 meter. Namun, kemampuan dan profesionalisme penerbang TNI AU dinilai mampu menjawab tantangan tersebut.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menjelaskan, persiapan uji coba ini telah dilakukan sejak satu tahun lalu melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak.

“Kami menentukan beberapa titik yang memenuhi syarat dengan panjang 3.000 meter. Salah satunya di Kabupaten Mesuji ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif bersifat sementara dan situasional, serta tidak akan mengubah fungsi utama jalan tol sebagai infrastruktur transportasi publik.

“Apabila dibutuhkan baru kita gunakan, dan tentu tidak mengubah fungsi jalan tol itu sendiri,” tegasnya.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menambahkan, kolaborasi lintas kementerian dilakukan untuk memenuhi amanah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan melalui dukungan infrastruktur.

“Kami bersama Kementerian Pertahanan dan TNI AU memastikan spesifikasi teknis jalan tol memenuhi persyaratan. Ke depan ini akan menjadi contoh untuk landasan-landasan lainnya,” kata Diana.

Uji coba ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pertahanan nasional dengan memanfaatkan infrastruktur strategis secara adaptif, tanpa mengesampingkan fungsi utamanya bagi masyarakat. (*)