• Rabu, 11 Februari 2026

Dikira Air Mineral, Petani di Mesuji Tak Sadarkan Diri Usai Minum Obat Rumput

Rabu, 11 Februari 2026 - 15.30 WIB
16

Iwan saat dirawat di Rumah Sakit sesaat setelah salah menenggak minuman yang ternyata Obat Rumput. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Mesuji – Seorang petani di Kabupaten Mesuji, Lampung, harus dilarikan ke rumah sakit setelah tak sengaja meminum cairan herbisida yang dikiranya air mineral. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Wiralaga 1, Kecamatan Mesuji, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban diketahui bernama Iwan (31). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban selesai bekerja di lahan pertanian dan hendak minum. Namun, botol yang diambilnya ternyata berisi obat rumput.

Dalam video yang beredar, Iwan terlihat tergeletak lemah dan tak sadarkan diri. Tubuhnya dipapah oleh ayahnya, Sarijo (70), yang berusaha memberikan pertolongan sebelum akhirnya korban dibawa ke rumah sakit.

Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan anggotanya telah mendatangi korban untuk memastikan kondisi dan kronologi peristiwa.

"Benar, peristiwa itu kemarin (Senin) sore. Anggota sudah mendatangi korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," kata Firdaus, Selasa (10/2/2026).

Menurut Firdaus, kejadian itu murni kecelakaan akibat kelalaian saat menyimpan cairan kimia pertanian dalam wadah yang menyerupai botol minuman.

"Jadi salah minum, dia ini petani. Jadi usai bekerja dia mau minum, namun salah ambil botol. Rupanya yang dia tenggak itu cairan berisikan obat rumput hama atau herbisida," jelasnya.

Usai menenggak cairan tersebut, korban langsung mengalami muntah-muntah hebat sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

"Langsung muntah-muntah keterangan ayahnya ini, namun alhamdulillah cepat ditangani oleh keluarganya," tandasnya.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis. Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya petani, agar tidak menyimpan bahan kimia berbahaya dalam botol bekas air minum guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (*)