• Selasa, 10 Februari 2026

Program Makan Bergizi Gratis di SDN 2 Sukarame Terhenti Sejak Awal Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 - 11.18 WIB
34

Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hastuty, saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, sempat tercatat sebagai salah satu sekolah dasar negeri pertama yang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, sejak awal tahun 2026, program tersebut terhenti dan belum kembali berjalan hingga kini.

Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadyastuty, mengatakan sekolahnya pertama kali menerima program MBG pada 14 April 2025. Saat itu, dapur penyedia berasal dari Dapur Ombai atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1 yang lokasinya relatif dekat dengan sekolah.

“Waktu itu kami termasuk yang pertama menerima MBG di Bandar Lampung. Bahkan sebelum pelaksanaan, sudah ada penandatanganan MoU dan program berjalan lancar sampai Desember 2025,” ujar Erdi, Selasa (10/2/2026).

SDN 2 Sukarame memiliki 480 siswa dengan total 31 tenaga pendidik dan petugas sekolah. Selama program berlangsung, MBG dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.

Namun, memasuki awal semester 2026, program MBG tidak kembali berjalan seperti informasi awal yang diterima pihak sekolah. Erdi menyebutkan, sebelumnya disampaikan bahwa MBG akan kembali dilaksanakan saat awal masuk sekolah, tetapi realisasinya tertunda.

“Tadinya diinformasikan awal masuk sekolah MBG mulai lagi, tapi ternyata belum karena terkendala pemerataan,” jelasnya.

Menurut Erdi, salah satu faktor penghentian sementara tersebut adalah adanya pengurangan nilai ompreng atau porsi makanan per dapur. Dari yang semula sekitar 5.000 porsi, dikurangi menjadi 3.000 porsi per dapur. Kebijakan ini berdampak pada penyesuaian penerima di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.

“Sekolah kami termasuk satuan pendidikan yang terdampak pengurangan itu, sehingga harus dialihkan ke dapur lain,” katanya.

Ia mengaku telah dua kali melakukan konfirmasi kepada penyedia dapur sebelumnya, yakni SPPG Sukarame 1. Meski memahami bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat, pihak sekolah menyayangkan proses perizinan dapur yang belum tuntas sejak awal pelaksanaan.

“Kalau menurut kami, seharusnya perizinan dapur sudah selesai sebelum anak-anak masuk sekolah, supaya tidak terputus di tengah jalan,” ujarnya.

Pada akhir Januari 2026, pihak sekolah kembali menerima informasi terkait adanya dapur pengganti, yakni SPPG Muhammadiyah 3 yang berada di sekitar Lapangan Way Dadi. Pihak dapur baru tersebut juga telah melakukan pendataan ulang terhadap jumlah siswa dan guru.

“Untuk dapur yang baru ini, informasinya guru juga akan menjadi penerima manfaat. Kalau sebelumnya guru belum menerima,” tambah Erdi.

Meski demikian, hingga saat ini pelaksanaan MBG di SDN 2 Sukarame masih menunggu kepastian operasional dapur pengganti. Pihak sekolah belum dapat memastikan apakah program tersebut akan kembali berjalan sebelum bulan Ramadan atau setelah Lebaran.

“Kami belum tahu pasti kapan dimulai lagi MBG-nya, entah itu pas bulan Ramadan atau setelah Lebaran. Masih menunggu dapur baru benar-benar operasional,” pungkasnya. (*)