• Kamis, 19 Maret 2026

Inflasi Lampung Terendah Kedua Nasional Gubernur Mirza Tekankan Kerja Nyata Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15.10 WIB
2

Inflasi Lampung Terendah Kedua Nasional Gubernur Mirza Tekankan Kerja Nyata Jelang Ramadhan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan capaian positif di bidang ekonomi dengan tingkat inflasi tahunan Provinsi Lampung yang menjadi terendah kedua secara nasional pada 2025, sebesar 1,25 persen (year on year).

Prestasi ini disampaikan jajaran pemerintah dalam berbagai forum koordinasi menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idulfitri 1447 H/2026 M, sebagai bukti efektivitas pengendalian harga dan stabilitas ekonomi di daerah.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi pencapaian ini namun menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.

Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), ia justru menekankan perlunya kerja nyata dan langkah konkret di lapangan, terutama menjelang peningkatan permintaan bahan pokok selama Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.

“Prestasi ini bukanlah tujuan akhir. Ujian sebenarnya adalah bagaimana kita mempertahankannya saat permintaan meningkat dan distribusi menjadi lebih padat,” ujar Gubernur Mirza dalam pertemuan koordinasi lintas sektor tersebut.

Gubernur menginstruksikan operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, dan penyiagaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) oleh Perum Bulog untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, daging, telur, dan ikan tetap aman hingga pasca‑Idulfitri.

Langkah ini ditujukan untuk mencegah lonjakan harga komoditas pokok yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Selain itu, koordinasi di sektor energi dan distribusi juga menjadi perhatian penting. Pemprov Lampung meminta jaminan pasokan BBM, LPG, dan listrik, serta kelancaran logistik melalui jalur darat, laut, dan udara agar keterjangkauan harga tetap terjaga selama periode permintaan tinggi.

Pengendalian inflasi yang efektif dianggap krusial karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat sensitif terhadap perubahan harga kebutuhan pokok.

Gubernur Mirza menyatakan bahwa stabilisasi harga bukan sekadar rencana di atas kertas, tetapi harus terasa nyata di pasar.

Dengan pendekatan koordinatif dan langkah nyata di lapangan, Pemprov Lampung berharap pencapaian inflasi rendah ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi landasan menuju stabilitas ekonomi yang lebih kuat di tengah dinamika permintaan masyarakat selama tahun 2026. (*)