• Senin, 09 Februari 2026

Truk Fuso Terperosok di Jalinsum Pringsewu, Gorong-gorong Amblas Picu Kemacetan

Senin, 09 Februari 2026 - 17.07 WIB
16

Sebuah truk fuso terperosok di Jalinsum, Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (9/2/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Pringsewu - Sebuah truk fuso bermuatan pasir terperosok di Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Senin (9/2/2026).

Insiden itu terjadi setelah gorong-gorong saluran irigasi di bawah badan jalan mendadak amblas saat dilintasi kendaraan berat.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalur nasional itu tersendat.

Kondisi badan jalan yang ambles memaksa kendaraan dari dua arah melintas secara bergantian, sehingga menimbulkan antrean cukup panjang.

Di lokasi kejadian, tampak lubang besar menganga di badan jalan tepat di titik truk fuso terperosok. Sejumlah pengendara yang melintas memilih memperlambat laju kendaraan demi menghindari risiko kecelakaan.

Menerima laporan kejadian itu, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu langsung mendatangi lokasi. Polisi mengatur arus kendaraan sekaligus melakukan upaya evakuasi truk agar kemacetan tidak meluas.

Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu I Kadek Gunawan menjelaskan, amblasnya gorong-gorong membuat struktur jalan tidak mampu menahan beban kendaraan berat. Akibatnya, truk fuso tidak dapat keluar dari lubang dan sempat menghambat arus lalu lintas selama sekitar 30 menit.

"Proses evakuasi dilakukan dengan menarik truk menggunakan kendaraan fuso lain yang melintas," ungkapnya.

Setelah beberapa waktu, truk berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas di Jalinsum Pringsewu kembali berangsur normal.

Meski kondisi lalu lintas sudah lancar, polisi mengimbau pengendara tetap waspada karena bekas lubang amblasnya gorong-gorong masih berada di lokasi. "Petugas telah memasang rambu peringatan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan," lanjutnya.

Iptu Kadek menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan P2JN Bina Marga terkait penanganan jalan tersebut.

Sebagai langkah awal, pelat besi rencananya akan dipasang sebagai penanganan sementara sebelum dilakukan perbaikan permanen, mengingat kondisi Jalinsum di sejumlah titik dinilai rawan dan membahayakan pengguna jalan. (*)