Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tertinggi Ketiga di Sumatera, Sektor Pertanian Masih Jadi Andalan
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Pusat Statistik (BPS)
Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang tahun 2025
mencapai 5,28 persen. Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi
dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.
Kepala
BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan pertumbuhan ekonomi
Lampung sebesar 5,28 persen secara year on year (c-to-c) ini menguat
dibandingkan tahun 2024 yang tercatat tumbuh 4,57 persen.
Menurut
Ahmadriswan, dengan capaian tersebut Lampung berada di bawah Provinsi Kepulauan
Riau yang tumbuh 6,94 persen dan Sumatera Selatan sebesar 5,35 persen.
Pertumbuhan ekonomi Lampung juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Pulau
Sumatera yang tercatat sebesar 4,81 persen.
Selain
itu, Lampung menempati peringkat keempat sebagai penyumbang ekonomi terbesar di
Sumatera setelah Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan, dengan kontribusi
sebesar 9,98 persen terhadap total perekonomian regional.
“Pertumbuhan
ekonomi Lampung dihitung dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun
2025 atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp523.846,54 miliar. Sementara itu,
PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp296.420,65 miliar,” ujar
Ahmadriswan dalam rilis resmi BPS, Kamis (5/2/2026).
Dari
sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan
tercepat, yakni sebesar 7,83 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor jasa
lainnya sebesar 7,38 persen, transportasi dan pergudangan 7,32 persen, serta
industri pengolahan 6,32 persen.
Meski
demikian, struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor-sektor tradisional.
Empat sektor utama menyumbang kontribusi sebesar 69,67 persen terhadap total
PDRB, masing-masing sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 26,90
persen; industri pengolahan 19,11 persen; perdagangan besar dan eceran serta
reparasi mobil dan sepeda motor 14,36 persen; serta sektor konstruksi 9,30
persen.
Di
sisi lain, terdapat lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yakni sektor
pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi sebesar 3,05 persen, serta sektor
pertambangan dan penggalian sebesar 1,17 persen.
Secara
tahunan, ekonomi Lampung pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 5,54 persen,
meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,04 persen. Pertumbuhan
tertinggi pada periode ini terjadi pada sektor jasa keuangan yang tumbuh 16,46
persen.
Namun
demikian, secara quarter to quarter (q-to-q), perekonomian Lampung mengalami
kontraksi sebesar 3,05 persen. Ahmadriswan menjelaskan, kontraksi tersebut
merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi, mengingat sektor pertanian
sebagai penopang utama ekonomi mengalami penurunan produksi hingga 17,14 persen
setelah panen raya pada triwulan sebelumnya.
Meski
sektor pertanian melandai, sektor jasa lainnya masih mampu tumbuh sebesar 9,53
persen secara q-to-q pada triwulan keempat.
Dari
sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen menunjukkan tren ekspansi sepanjang
2025. Ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,20
persen, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh kuat sebesar
5,28 persen.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi bantalan utama perekonomian Lampung dengan porsi sebesar 62,61 persen dan tumbuh stabil pada angka 4,94 persen. (*)
Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin 9 Februari 2026 dengan judul "Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tertinggi Ketiga di Sumatera"
Berita Lainnya
-
Presiden Prabowo Tetapkan Swasembada Pangan Sebagai Agenda Strategis Tiga Tahun Kedepan
Senin, 09 Februari 2026 -
Nasrullah Yusuf Sampaikan Perkembangan Masjid Agung Al Hijrah kepada Gubernur Lampung
Senin, 09 Februari 2026 -
Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Gelar Doktor Cumlaude di Universitas Airlangga
Minggu, 08 Februari 2026 -
Bank Lampung Run 2026 Warnai HUT ke-60, Tegaskan Semangat 'Greatest One'
Minggu, 08 Februari 2026









