• Senin, 09 Februari 2026

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tertinggi Ketiga di Sumatera, Sektor Pertanian Masih Jadi Andalan

Senin, 09 Februari 2026 - 08.19 WIB
17

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang tahun 2025 mencapai 5,28 persen. Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung sebesar 5,28 persen secara year on year (c-to-c) ini menguat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat tumbuh 4,57 persen.

Menurut Ahmadriswan, dengan capaian tersebut Lampung berada di bawah Provinsi Kepulauan Riau yang tumbuh 6,94 persen dan Sumatera Selatan sebesar 5,35 persen. Pertumbuhan ekonomi Lampung juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera yang tercatat sebesar 4,81 persen.

Selain itu, Lampung menempati peringkat keempat sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Sumatera setelah Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan, dengan kontribusi sebesar 9,98 persen terhadap total perekonomian regional.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung dihitung dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025 atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp523.846,54 miliar. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp296.420,65 miliar,” ujar Ahmadriswan dalam rilis resmi BPS, Kamis (5/2/2026).

Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat, yakni sebesar 7,83 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor jasa lainnya sebesar 7,38 persen, transportasi dan pergudangan 7,32 persen, serta industri pengolahan 6,32 persen.

Meski demikian, struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor-sektor tradisional. Empat sektor utama menyumbang kontribusi sebesar 69,67 persen terhadap total PDRB, masing-masing sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 26,90 persen; industri pengolahan 19,11 persen; perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor 14,36 persen; serta sektor konstruksi 9,30 persen.

Di sisi lain, terdapat lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yakni sektor pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi sebesar 3,05 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,17 persen.

Secara tahunan, ekonomi Lampung pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 5,54 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,04 persen. Pertumbuhan tertinggi pada periode ini terjadi pada sektor jasa keuangan yang tumbuh 16,46 persen.

Namun demikian, secara quarter to quarter (q-to-q), perekonomian Lampung mengalami kontraksi sebesar 3,05 persen. Ahmadriswan menjelaskan, kontraksi tersebut merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi, mengingat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi mengalami penurunan produksi hingga 17,14 persen setelah panen raya pada triwulan sebelumnya.

Meski sektor pertanian melandai, sektor jasa lainnya masih mampu tumbuh sebesar 9,53 persen secara q-to-q pada triwulan keempat.

Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen menunjukkan tren ekspansi sepanjang 2025. Ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,20 persen, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh kuat sebesar 5,28 persen.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi bantalan utama perekonomian Lampung dengan porsi sebesar 62,61 persen dan tumbuh stabil pada angka 4,94 persen. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin 9 Februari 2026 dengan judul "Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tertinggi Ketiga di Sumatera"