Hadiri Pesta Bona Taon Gultom di Adora, Donald Sihotang Ajak Warga Batak Jaga Persatuan dan Wariskan Dalihan Na Tolu
Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batak Provinsi Lampung (Kerabat Lampung), Dr. Donald Harris Sihotang saat menghadiri Pesta Bona Taon (pesta syukuran) Punguan Marga Toga Gultom, boru, bere, ibebere Bandar Lampung dan sekitarnya, yang digelar di Gedung Adora, Kabupaten Pesawaran, Minggu (08/02 2026). Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Pesawaran – Ketua Umum Kerukunan
Masyarakat Batak Provinsi Lampung (Kerabat Lampung), Dr. Donald Harris
Sihotang, SE., MM., menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan,
sekaligus mewariskan falsafah hidup Dalihan Na Tolu kepada generasi muda
sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Donald saat menghadiri Pesta Bona Taon (pesta syukuran) Punguan Marga Toga Gultom, boru, bere, ibebere Bandar Lampung dan sekitarnya, yang digelar di Gedung Adora, Kabupaten Pesawaran, Minggu (08/02 2026).
Acara tersebut dihadiri hampir seribuan keluarga besar Marga Gultom dari Bandar Lampung dan sekitarnya. Dalam kesempatan itu, Donald hadir didampingi jajaran pengurus Kerabat Lampung, yakni Sekretaris Umum Pdt. Haposan Mesak Hutagalung, Bendahara Umum Tomos Sitompul, Wakil Sekretaris Vikir Hutabarat, serta Wakil Sekretaris Jhonson Sihite.
Pesta Bona Taon berlangsung meriah dengan mengusung tema “Marsiadapari”, yang bermakna kebersamaan, gotong royong, dan saling menguatkan antarsesama anggota marga.
Menurut Donald, tema tersebut nyata tercermin dari kekompakan seluruh keluarga besar Marga Gultom dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi panitia dan seluruh anggota marga yang menggelar Pesta Bona Taon di Gedung Adora, salah satu gedung pertemuan terbesar dan representatif di Kabupaten Pesawaran.
”Digelarnya Pesta Bona Taon di gedung yang besar ini menunjukkan adanya kekompakan, kebersamaan, dan solidaritas yang kuat di internal Marga Gultom. Ini sejalan dengan semangat Marsiadapari,” ujar Donald, yang juga Direktur Utama Kupas Tuntas Group itu.
Donald menegaskan bahwa kekompakan antarmarga merupakan modal sosial yang sangat penting, tidak hanya untuk menjaga identitas dan eksistensi budaya Batak, tetapi juga untuk memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Lampung yang majemuk.
Pada kesempatan tersebut, ia secara khusus mengingatkan pentingnya terus mewariskan falsafah hidup orang Batak, Dalihan Na Tolu, kepada generasi muda.
”Dalihan Na Tolu bukan sekadar simbol adat, tetapi pedoman hidup orang Batak tentang saling menghormati, saling menjaga, dan hidup seimbang dalam relasi sosial. Nilai ini harus terus diwariskan agar menjadi pegangan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Menurut Donald, dengan memahami dan mengamalkan nilai Dalihan Na Tolu, masyarakat Batak akan mampu menjaga keharmonisan internal marga sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat lintas suku, budaya, dan agama.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh keluarga besar Marga
Gultom untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat kekompakan, serta
merawat dan melestarikan budaya Batak di tengah derasnya arus perubahan zaman.
”Budaya tidak boleh berhenti di kita. Ia harus diwariskan kepada anak-anak dan generasi muda, agar identitas serta nilai-nilai luhur Batak tetap hidup dan relevan sepanjang zaman,” katanya.
Donald juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial di Provinsi Lampung yang dikenal sebagai daerah multikultural.
”Kita hidup dan tinggal di Lampung. Maka falsafah di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung harus kita pegang teguh. Jaga persaudaraan, rawat kebersamaan, dan perkuat kedamaian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, Donald menegaskan bahwa Kerabat Lampung merupakan rumah besar seluruh masyarakat Batak di Provinsi Lampung, tanpa membedakan marga maupun latar belakang.
”Kerabat Lampung selalu terbuka untuk semua marga. Ini adalah rumah bersama, tempat menyampaikan aspirasi, berdiskusi, dan mencari solusi atas setiap persoalan yang ada,” tegasnya.
Usai menghadiri Pesta Bona Taon Marga Gultom, rombongan pengurus Kerabat Lampung melanjutkan agenda menghadiri undangan kegiatan serupa dari Punguan Marga Nainggolan yang digelar di Gedung Parrona, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, pengurus Kerabat Lampung kembali menyampaikan pesan yang sama, menekankan pentingnya persatuan, kekompakan, pelestarian budaya, serta pengamalan nilai Dalihan Na Tolu dalam kehidupan sehari-hari.
”Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita rawat, agar masyarakat Batak di Lampung semakin solid, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” pungkas Pdt. Haposan Mesak Hutagalung. (*)
Berita Lainnya
-
Angka Kemiskinan Lampung Masih Tinggi, Masalah SDM Jadi Sorotan
Minggu, 08 Februari 2026 -
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Hadiri Pengukuhan Pengurus IKA Unpad Lampung
Minggu, 08 Februari 2026 -
Ekonomi Lampung Tumbuh 5,28 Persen, Akademisi Dorong Hilirisasi Pertanian dan Pariwisata
Minggu, 08 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Perkuat Ekonomi Desa untuk Tekan Kemiskinan
Minggu, 08 Februari 2026









