Ekonomi Lampung Tumbuh 5,28 Persen, Akademisi Dorong Hilirisasi Pertanian dan Pariwisata
Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 5,28 persen. Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera, setelah Kepulauan Riau sebesar 6,94 persen dan Sumatera Selatan 5,35 persen.
Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, menilai capaian tersebut perlu dijaga dengan memperkuat sektor-sektor utama yang selama ini menjadi penopang perekonomian daerah, terutama sektor pertanian.
“Pertanian memiliki peran sangat penting bagi perekonomian Lampung. Ke depan, tidak cukup hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga harus mendorong peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi produk-produk pertanian,” kata Usep, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, hilirisasi pertanian menjadi kunci agar hasil produksi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.
Usep menambahkan, penguatan hilirisasi harus diikuti dengan peningkatan investasi, khususnya pada sektor industri pengolahan. Dengan dukungan investasi yang memadai, Lampung memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri berbasis komoditas unggulan daerah.
Selain pertanian dan industri, Usep juga menyoroti pentingnya digitalisasi pemerintahan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menilai digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi pembangunan serta mempercepat pelayanan publik, yang berdampak positif terhadap iklim investasi.
“Digitalisasi pemerintah sangat penting untuk mendorong tata kelola yang lebih baik, transparan, dan efisien,” ujarnya.
Tak kalah penting, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Lampung. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, pariwisata dapat membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Lampung,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Angka Kemiskinan Lampung Masih Tinggi, Masalah SDM Jadi Sorotan
Minggu, 08 Februari 2026 -
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Hadiri Pengukuhan Pengurus IKA Unpad Lampung
Minggu, 08 Februari 2026 -
Hadiri Pesta Bona Taon Gultom di Adora, Donald Sihotang Ajak Warga Batak Jaga Persatuan dan Wariskan Dalihan Na Tolu
Minggu, 08 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Perkuat Ekonomi Desa untuk Tekan Kemiskinan
Minggu, 08 Februari 2026









