• Kamis, 05 Februari 2026

Jalan Berlumpur Viral, DPUPR Lampung Barat Ungkap Baru 2,72 Km Terbangun

Kamis, 05 Februari 2026 - 16.49 WIB
123

Tampak pengendara motor melewati jalan berlumpur di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Lampung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memberi tanggapan terkait kondisi ruas jalan di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, yang belakangan viral karena dinilai memprihatinkan dan menyulitkan akses menuju fasilitas pendidikan.

Kepala DPUPR Lampung Barat, Mia Miranda, menjelaskan bahwa ruas jalan yang dimaksud merupakan jalur penghubung antara Pekon Srengit (Sidomulyo), Sidodadi, hingga Basungan (Marga Jaya), dengan total panjang mencapai sekitar 17,3 kilometer.

Dari total panjang tersebut, Mia menyebutkan sekitar 8 kilometer berada di kawasan hutan, khususnya pada segmen Srengit–Sidodadi, sehingga penanganannya memerlukan kajian teknis dan kewenangan yang lebih detail.

Ia menambahkan, salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak langsung oleh kondisi jalan tersebut adalah SMP Satu Atap 2, yang berada di poros Basungan–Sidodadi dan berjarak sekitar 500 meter dari kawasan hutan.

Menurut Mia, hingga saat ini pembangunan jalan di ruas itu baru terealisasi sepanjang kurang lebih 2,72 kilometer, dari total kebutuhan penanganan sekitar 11 kilometer pada segmen yang menjadi akses utama masyarakat.

“Dari kurang lebih 11 kilometer, yang sudah dibangun baru sekitar 2,72 kilometer,” ujar Mia Miranda saat dikonfirmasi Kupas Tuntas, menanggapi kondisi jalan yang ramai diperbincangkan publik, Kamis (5/2/2026).

Mia juga memastikan bahwa DPUPR Lampung Barat akan segera melakukan survei lapangan menyusul viralnya kondisi jalan menuju sarana pendidikan di wilayah tersebut. “Besok kami dari Dinas PUPR akan turun langsung melakukan survei terkait jalan yang viral itu. Akses menuju sarana pendidikan tentu menjadi perhatian kami,” katanya.

Ia menegaskan, hasil survei lapangan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk skema penanganan dan prioritas pembangunan ruas jalan tersebut.

Terkait kemungkinan masuknya ruas jalan Sidodadi ke dalam program pembangunan tahun 2026, Mia menyampaikan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan sebelum dilakukan verifikasi status jalan. “Kami akan lihat dulu, apakah jalan yang dimaksud masuk jalan kabupaten atau masih non-ruas,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi jalan menuju fasilitas pendidikan di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, hingga kini masih memprihatinkan. Akses utama masyarakat tersebut belum tersentuh pembangunan dan masih berupa tanah liat, sehingga menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan.

Jalan berlumpur itu menjadi satu-satunya jalur yang dilalui masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk tenaga pendidik yang harus menuju sekolah. Saat hujan turun, jalan berubah licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang diterima Kupas Tuntas, terlihat sejumlah tenaga pendidik menunjukkan kondisi tubuh mereka yang penuh lumpur usai melewati jalan tersebut. Lumpur tebal menempel di pakaian, sepatu, hingga wajah mereka.

Para tenaga pendidik itu terpaksa tetap melintas demi menjalankan tugas mengajar, meski harus menghadapi risiko terpeleset hingga terjebak di jalan berlumpur. Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung lama dan belum mendapatkan penanganan serius.

Keadaan semakin diperparah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Jalan tanah yang licin memaksa pengguna kendaraan memasang rantai pada roda agar bisa melintas, meski tetap tidak menjamin keselamatan.

Salah seorang pria dalam video terdengar mengungkapkan keluhannya dengan nada lelah. “Ini sampai asam lambung saya naik, demi pendidikan Indonesia,” ujarnya sambil memperlihatkan kondisi jalan berlumpur yang baru dilalui.

Tak hanya tenaga pendidik pria, beberapa tenaga pendidik wanita juga terlihat dalam video tersebut. Mereka menunjukkan kondisi jalan yang masih berupa tanah liat dan sulit dilalui.

Salah seorang wanita dalam video itu berharap adanya perhatian dari pemerintah. “Kapan ya jalan kami dibangun, info pak, jalan anak-anak ke sekolah ini pak,” ucapnya.

Jalan berlumpur tersebut tidak hanya menjadi akses menuju sekolah, tetapi juga menjadi jalur utama masyarakat untuk berbagai keperluan penting lainnya.

Salah satu aparat Pemerintah Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, Wito, membenarkan bahwa jalan dalam video tersebut berada di wilayah Pekon Sidodadi. Ia mengatakan jalan itu merupakan akses vital bagi warga.

Menurut Wito, ruas jalan tersebut digunakan masyarakat untuk menuju sekolah, Puskesmas, hingga ke kantor kecamatan. Bahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah pusat juga harus melewati jalur berlumpur itu.

“Selain ke sekolah, ini jalan utama masyarakat ke Puskesmas, ke kecamatan, dan sekarang program MBG juga lewat jalan ini,” kata Wito. Ia mengungkapkan, kondisi jalan tersebut belum pernah dibangun sejak pekon itu berdiri. Padahal usia pekon Sidodadi sudah belasan tahun, bahkan lebih. (*)