• Kamis, 05 Februari 2026

Buruh Harian di Sumberejo Tanggamus Tewas Tertimpa Pohon

Kamis, 05 Februari 2026 - 17.03 WIB
269

Petugas kesehatan bersama Polisi saat memeriksa mayat Kamilin yang ditemukan meninggal tertimpa pohon. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Tanggamus - Kamis (5/2/2026) pagi itu, Kamilin (61) berangkat ke kebun dengan tujuan sederhana: bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Buruh harian asal Pekon Simpang Kanan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus itu tak pernah menyangka, langkahnya hari itu menjadi langkah terakhir.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Kamilin meninggal dunia setelah tertimpa pohon salam yang sedang ditebangnya di kebun milik warga bernama Mingun.

Pohon yang semula menjadi bagian dari pekerjaannya, berubah menjadi penyebab petaka.

Kapolsek Sumberejo Polres Tanggamus AKP Zulkarnaen, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menjelaskan, korban mengalami luka berat di bagian kepala.

“Korban bernama Kamilin, usia 61 tahun, buruh harian yang berdomisili di Pekon Simpang Kanan. Saat kejadian, korban sedang menebang pohon menggunakan alat pemotong kayu jenis jigsaw,” ujar AKP Zulkarnaen.

Kejadian memilukan itu pertama kali diketahui oleh Yato (68), warga yang hendak mencari rumput di sekitar lokasi kebun. Ia mendapati tubuh Kamilin sudah tergeletak di tanah, tertindih batang pohon besar.

Melihat kondisi tersebut, Yato segera meminta pertolongan warga sekitar. Suyanto (65) bersama warga lainnya bergegas ke lokasi dan berupaya mengangkat batang pohon yang menimpa tubuh korban. Namun, upaya itu tak mampu menyelamatkan nyawa Kamilin.

Warga kemudian menghubungi Polsek Sumberejo. Aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan tiba di lokasi tidak lama kemudian.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka serius di kepala, pembengkakan di bagian belakang samping kepala, serta darah keluar dari hidung dan telinga,” ungkap AKP Zulkarnaen.

Kepergian Kamilin meninggalkan duka mendalam. Warga mengenalnya sebagai sosok sederhana dan pekerja keras yang selama ini menggantungkan hidup dari upah harian.

Di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan tulang punggung keluarga secara mendadak.

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kematian korban murni disebabkan kecelakaan kerja. Keluarga korban menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak dilakukan tindakan otopsi.

“Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan otopsi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Pekon Simpang Kanan,” kata Kapolsek.

Di balik peristiwa ini, tersimpan pelajaran pahit tentang risiko pekerjaan di sektor informal yang kerap dijalani warga desa. Tanpa perlengkapan keselamatan memadai, pekerjaan sehari-hari bisa berubah menjadi ancaman nyawa.

Polsek Sumberejo pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada.

“Kami mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan keselamatan kerja saat menebang pohon. Perhitungkan risiko dan pastikan kondisi sekitar aman agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas AKP Zulkarnaen.

Bagi keluarga, kepergian Kamilin bukan sekadar berita kecelakaan. Ia adalah ayah, kerabat, dan pencari nafkah yang pergi karena pekerjaan. Ia berangkat untuk hidup, namun pulang hanya tinggal nama. (*)