• Selasa, 10 Maret 2026

Satu Jenazah Teridentifikasi, Polisi Autopsi Mayat Tak Utuh di Pantai Walur

Senin, 02 Februari 2026 - 11.22 WIB
111

Polisi dibantu warga saat mengevakuasi mayat di Pantai Walur. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Polres Pesisir Barat (Pesibar) berhasil mengidentifikasi satu dari dua jenazah yang ditemukan di kawasan Pantai Walur, Kecamatan Krui Selatan, pada Minggu (1/2/2026).

Identitas jenazah yang berhasil dikenali tersebut diketahui bernama Sukirman (53), warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. Sementara satu jenazah lainnya yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh hingga kini masih dalam proses identifikasi.

Kepastian tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Pesibar, Iptu RA Miya Ratih, yang mendampingi Kapolres Pesibar AKBP Bestiana, melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (2/2/2026).

“Untuk sementara baru satu jenazah yang utuh berhasil diidentifikasi, atas nama Sukirman, yang sebelumnya dilaporkan hilang,” ungkap Iptu Miya.

Ia menjelaskan, terhadap satu jenazah lainnya yang ditemukan tanpa kepala, proses identifikasi masih terus dilakukan. Kendala utama yang dihadapi petugas adalah sulitnya membaca sidik jari korban.

BACA JUGA: Mayat Kedua Ditemukan di Pantai Walur, Berjarak 200 Meter dari Temuan Mayat Tanpa Kepala

“Jenazah yang satu lagi masih dalam proses identifikasi karena sidik jarinya sulit terbaca. Saat ini kami masih menunggu kehadiran pihak keluarga,” jelasnya.

Iptu Miya menambahkan, apabila hingga kedatangan keluarga korban identitas jenazah tersebut belum juga dapat dipastikan, pihak kepolisian akan menempuh langkah lanjutan berupa autopsi.

“Rencananya, jika memang belum teridentifikasi setelah keluarga hadir, jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” katanya.

Seiring dengan upaya tersebut, Polres Pesibar telah memberangkatkan satu jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani rangkaian autopsi.

Menurut Iptu Miya, jenazah tersebut diberangkatkan pada Senin (2/2/2026) dan tiba di RS Bhayangkara Polda Lampung sekitar pukul 07.00 WIB.

“Jenazah sudah tiba di RS Bhayangkara Polda Lampung sekitar pukul tujuh pagi. Saat ini masih menunggu dokter untuk proses autopsi,” terangnya.

Ia menyampaikan, autopsi dilakukan guna memastikan identitas jenazah sekaligus mengetahui penyebab kematian korban secara medis. “Nanti jika ada perkembangan terbaru dari hasil autopsi, akan segera kami sampaikan,” imbuhnya.

Dalam proses keberangkatan jenazah ke RS Bhayangkara Polda Lampung tersebut, pihak keluarga korban yang sebelumnya dilaporkan terseret banjir juga turut mendampingi.

Iptu Miya menjelaskan, keluarga yang ikut berangkat merupakan pihak keluarga korban yang hilang akibat terseret banjir saat memancing di Sungai Way Halami, Kecamatan Lemong, pada Jumat pekan lalu.

“Keluarga korban yang terseret banjir di Lemong juga ikut berangkat, karena sampai saat ini identitas jenazah tersebut belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan keluarga dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama untuk membantu proses pencocokan identitas korban. “Tadi malam pihak keluarga sepakat dan bersedia ikut berangkat ke RS Bhayangkara Polda Lampung,” pungkas Iptu Miya.

Hingga kini, Polres Pesibar masih terus melakukan pendalaman dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap identitas jenazah kedua tersebut, sekaligus memastikan keterkaitan dengan laporan orang hilang yang diterima sebelumnya. (*)