Satu Jenazah Teridentifikasi, Polisi Autopsi Mayat Tak Utuh di Pantai Walur
Polisi dibantu warga saat mengevakuasi mayat di Pantai Walur. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Polres Pesisir Barat (Pesibar)
berhasil mengidentifikasi satu dari dua jenazah yang ditemukan di kawasan
Pantai Walur, Kecamatan Krui Selatan, pada Minggu (1/2/2026).
Identitas jenazah yang berhasil dikenali tersebut diketahui
bernama Sukirman (53), warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. Sementara satu
jenazah lainnya yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh hingga kini masih dalam
proses identifikasi.
Kepastian tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Pesibar,
Iptu RA Miya Ratih, yang mendampingi Kapolres Pesibar AKBP Bestiana, melalui
pesan singkat WhatsApp pada Senin (2/2/2026).
“Untuk sementara baru satu jenazah yang utuh berhasil
diidentifikasi, atas nama Sukirman, yang sebelumnya dilaporkan hilang,” ungkap
Iptu Miya.
Ia menjelaskan, terhadap satu jenazah lainnya yang ditemukan
tanpa kepala, proses identifikasi masih terus dilakukan. Kendala utama yang
dihadapi petugas adalah sulitnya membaca sidik jari korban.
BACA JUGA: Mayat
Kedua Ditemukan di Pantai Walur, Berjarak 200 Meter dari Temuan Mayat Tanpa
Kepala
“Jenazah yang satu lagi masih dalam proses identifikasi karena
sidik jarinya sulit terbaca. Saat ini kami masih menunggu kehadiran pihak
keluarga,” jelasnya.
Iptu Miya menambahkan, apabila hingga kedatangan keluarga korban
identitas jenazah tersebut belum juga dapat dipastikan, pihak kepolisian akan
menempuh langkah lanjutan berupa autopsi.
“Rencananya, jika memang belum teridentifikasi setelah keluarga
hadir, jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” katanya.
Seiring dengan upaya tersebut, Polres Pesibar telah
memberangkatkan satu jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh ke Rumah
Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani rangkaian autopsi.
Menurut Iptu Miya, jenazah tersebut diberangkatkan pada Senin (2/2/2026)
dan tiba di RS Bhayangkara Polda Lampung sekitar pukul 07.00 WIB.
“Jenazah sudah tiba di RS Bhayangkara Polda Lampung sekitar
pukul tujuh pagi. Saat ini masih menunggu dokter untuk proses autopsi,”
terangnya.
Ia menyampaikan, autopsi dilakukan guna memastikan identitas
jenazah sekaligus mengetahui penyebab kematian korban secara medis. “Nanti jika
ada perkembangan terbaru dari hasil autopsi, akan segera kami sampaikan,”
imbuhnya.
Dalam proses keberangkatan jenazah ke RS Bhayangkara Polda
Lampung tersebut, pihak keluarga korban yang sebelumnya dilaporkan terseret
banjir juga turut mendampingi.
Iptu Miya menjelaskan, keluarga yang ikut berangkat merupakan
pihak keluarga korban yang hilang akibat terseret banjir saat memancing di
Sungai Way Halami, Kecamatan Lemong, pada Jumat pekan lalu.
“Keluarga korban yang terseret banjir di Lemong juga ikut
berangkat, karena sampai saat ini identitas jenazah tersebut belum bisa
dipastikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan keluarga dilakukan berdasarkan
kesepakatan bersama untuk membantu proses pencocokan identitas korban. “Tadi
malam pihak keluarga sepakat dan bersedia ikut berangkat ke RS Bhayangkara
Polda Lampung,” pungkas Iptu Miya.
Hingga kini, Polres Pesibar masih terus melakukan pendalaman dan
koordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap identitas jenazah kedua
tersebut, sekaligus memastikan keterkaitan dengan laporan orang hilang yang
diterima sebelumnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemkab Pesisir Barat Percepat Pembangunan Jalan Menuju RSUD Muhammad Thohir
Jumat, 20 Februari 2026 -
Setelah Penantian Panjang, Jalan di Way Haru Pesisir Barat Akhirnya Segera Dibangun
Rabu, 18 Februari 2026 -
Mayat Kedua Ditemukan di Pantai Walur, Berjarak 200 Meter dari Temuan Mayat Tanpa Kepala
Minggu, 01 Februari 2026 -
Dua Warga Pesisir Barat Hilang Terseret Banjir Bandang Sungai Way Halami
Sabtu, 31 Januari 2026









