• Selasa, 10 Maret 2026

Miris, Sejumlah Guru SMA Negeri 1 Banyumas Pringsewu Terlambat dan Berkeliaran Saat Upacara

Senin, 02 Februari 2026 - 14.08 WIB
241

Tampak sejumlah Guru datang terlambat saat upacara Hari Senin di di SMA Negeri 1 Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Foto: Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu – Disiplin merupakan salah satu pilar utama dalam dunia pendidikan. Kedisiplinan guru tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap waktu dan aturan, tetapi juga menjadi teladan langsung bagi peserta didik dalam membentuk karakter dan tanggung jawab.

Namun kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin di SMA Negeri 1 Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Saat upacara bendera berlangsung pada Senin (2/2/2026) pagi, sejumlah guru terlihat tidak mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya tampak berkeliaran di lingkungan sekolah, sibuk menggunakan telepon genggam, bahkan datang setelah upacara dimulai.

Salah seorang guru berinisial RN terlihat baru memasuki halaman sekolah sekitar pukul 08.15 WIB. Bahkan, dua guru lainnya dilaporkan tiba sekitar pukul 08.30 WIB, saat upacara telah berlangsung cukup lama.

Saat dikonfirmasi terkait keterlambatannya, RN mengaku baru datang dari Bandar Lampung.

“Saya dari Bandar Lampung karena suami saya tinggal di sana. Kemarin memang pulang ke sana. Cuaca juga tidak mendukung, dan saya sudah meminta izin ke sekolah,” ujar RN.

Selain persoalan keterlambatan guru, Kepala SMA Negeri 1 Banyumas, Achmad Firdaus, juga tidak terlihat hadir saat upacara berlangsung. Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, kepala sekolah tersebut jarang terlihat masuk sekolah.

Salah seorang guru berinisial SJ membenarkan ketidakhadiran kepala sekolah dengan alasan kendaraan mengalami kerusakan.

“Mobil beliau rusak di jalan saat perjalanan menuju sekolah, jadi tidak masuk,” kata SJ.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu, Agus Irwanto. Ia menyayangkan adanya dugaan ketidakdisiplinan di lingkungan sekolah, khususnya oleh tenaga pendidik yang seharusnya menjadi contoh bagi siswa.

Menurutnya, disiplin guru harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Kedisiplinan guru itu nomor satu. Guru adalah teladan bagi siswa, jadi sikap dan perilakunya harus mencerminkan tanggung jawab,” tegas Agus.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap satuan pendidikan di daerah.

“Kami berharap Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II di Pringsewu bisa rutin turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan,” pungkasnya. (*)