Bupati Ela Respon Video Viral Pelajar Seberangi Sungai, Usulkan Jembatan Merah Putih
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah tinjau banjir di wilayah Kecamatan Way Bungur. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Bupati Lampung Timur Ela Siti
Nuryamah menanggapi viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai
menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Kondisi
tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang
setiap hari harus melintasi sungai untuk berangkat dan pulang sekolah.
Ela mengaku telah berulang kali meninjau langsung lokasi
penyeberangan tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah telah berupaya agar
pembangunan jembatan bisa segera direalisasikan.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau
dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena
keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela
saat diwawancarai, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah
mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa
tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan
presiden. Namun hingga kini, pembangunan tersebut belum terealisasi karena
keterbatasan anggaran.
Seiring meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral,
respons lintas instansi mulai bergerak. Kodim, Kodam, serta Kementerian
Pekerjaan Umum disebut telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi
penyeberangan sungai tersebut.
“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu
jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi
nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela.
Menurut rencana, Jembatan Merah Putih akan dibangun oleh
pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua 2026. Balai Besar Pelaksanaan
Jalan Nasional (BPJN) juga telah berkoordinasi dan dijadwalkan turun ke lokasi
untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.
“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur
lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat
berisiko,” ujarnya.
Untuk pembangunan jembatan permanen, lanjut Ela, dibutuhkan
anggaran sekitar Rp 80 miliar. Sementara Pemkab Lampung Timur baru mampu
mengalokasikan sekitar Rp 18,99 miliar atau hampir Rp 19 miliar, sehingga masih
memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Ela menegaskan penanganan di wilayah tersebut tidak bisa
dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai
juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang.
“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus
dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir
di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.
Ia menambahkan, derasnya arus sungai kerap menyebabkan tanggul
longsor sehingga banjir berulang. Karena itu, pembangunan jembatan permanen
nantinya harus diawali dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed
engineering design (DED) agar konstruksi benar-benar aman dan berkelanjutan.
Pemkab Lampung Timur berharap pembangunan Jembatan Merah Putih
dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus
menjadi langkah awal penanganan infrastruktur serta pengendalian banjir secara
komprehensif di wilayah tersebut. (*)
Berita Lainnya
-
Pria di Jabung Lampung Timur Tewas Ditembak, Polisi Buru Pelaku
Selasa, 10 Maret 2026 -
Penadah Motor Curian di Lamtim Ditangkap Saat Asyik Karaoke
Senin, 09 Maret 2026 -
Pencari Ikan di Jabung Lampung Timur Hilang, Sampan Ditemukan Tanpa Awak
Sabtu, 07 Maret 2026 -
BGN Pecat Kepala SPPG di Lampung Timur Karena Cabuli Siswa SD
Jumat, 06 Maret 2026









