• Selasa, 10 Maret 2026

Bupati Ela Respon Video Viral Pelajar Seberangi Sungai, Usulkan Jembatan Merah Putih

Senin, 02 Februari 2026 - 08.24 WIB
101

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah tinjau banjir di wilayah Kecamatan Way Bungur. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menanggapi viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai untuk berangkat dan pulang sekolah.

Ela mengaku telah berulang kali meninjau langsung lokasi penyeberangan tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah telah berupaya agar pembangunan jembatan bisa segera direalisasikan.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela saat diwawancarai, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan presiden. Namun hingga kini, pembangunan tersebut belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.

Seiring meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral, respons lintas instansi mulai bergerak. Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum disebut telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi penyeberangan sungai tersebut.

“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela.

Menurut rencana, Jembatan Merah Putih akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah berkoordinasi dan dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.

“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” ujarnya.

Untuk pembangunan jembatan permanen, lanjut Ela, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 80 miliar. Sementara Pemkab Lampung Timur baru mampu mengalokasikan sekitar Rp 18,99 miliar atau hampir Rp 19 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Ela menegaskan penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.

Ia menambahkan, derasnya arus sungai kerap menyebabkan tanggul longsor sehingga banjir berulang. Karena itu, pembangunan jembatan permanen nantinya harus diawali dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi benar-benar aman dan berkelanjutan.

Pemkab Lampung Timur berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal penanganan infrastruktur serta pengendalian banjir secara komprehensif di wilayah tersebut. (*)