Basuki Desak Wali Kota Metro Buka Seleksi Terbuka Sekda Definitif
Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki. Foto: Dok Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Polemik perpanjangan masa jabatan
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bayana, kembali menuai
sorotan legislatif. Setelah sebelumnya viral di ruang publik dan media sosial,
kini tekanan politik datang langsung dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kota setempat.
Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Metro,
Basuki. Dirinya mendesak Wali Kota Bambang Iman Santoso segera mengevaluasi
kebijakan perpanjangan Pj. Sekda dan membuka seleksi terbuka (selter) jabatan
Sekda secara definitif.
Politisi PDI Perjuangan Kota Metro itu menilai, polemik
berkepanjangan soal posisi strategis Sekda tidak boleh dibiarkan berlarut-larut
karena berpotensi mengganggu stabilitas birokrasi, efektivitas pemerintahan,
hingga pelayanan publik.
Basuki menyebut, Wali Kota Metro harus segera mengambil langkah
tegas dengan mempersiapkan seluruh tahapan seleksi terbuka Sekda sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa menutup peluang bagi
pejabat lokal atau aparatur sipil negara (ASN) yang berasal dari Kota Metro.
"Menyikapi situasi dan kondisi saat ini, artinya pemerintah
harus segera mempersiapkan selter dan prasyarat-prasyarat yang memang sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” kata Basuki kepada awak media,
Jum'at (30/1/2026).
Menurutnya, seleksi terbuka bukan sekadar formalitas
administratif, melainkan momentum penting untuk memastikan figur Sekda ke depan
benar-benar memahami karakter birokrasi dan sosial Kota Metro secara utuh.
“Kemudian kebijakan-kebijakan lain, pilih para calon-calon itu
yang memang mengerti benar situasi dan kondisi Kota Metro, baik secara regulasi
maupun kerja-kerja nanti. Jangan sampai ada hambatan di kemudian hari,”
tegasnya.
Anggota DPRD dari Dapil Metro Timur itu juga mengingatkan agar
pemerintah tidak setengah-setengah dalam mempersiapkan seleksi. Ia menilai,
kesalahan dalam proses awal akan berdampak panjang terhadap jalannya
pemerintahan.
“Ini yang sangat perlu. Selagi masih mempersiapkan selter, harus
dipersiapkan betul. Jangan sampai ada kekosongan dalam hal pemerintahan,”
ujarnya.
Lebih jauh, DPRD secara tegas mendorong agar Pemerintah Kota
Metro segera menetapkan Sekda definitif. Pasalnya, waktu terus berjalan dan
agenda pembangunan serta pelayanan masyarakat tidak bisa menunggu tarik-ulur
kebijakan di level elite birokrasi.
"Kami mendorong pemerintah segera men-definitifkan Sekda
Kota Metro, karena waktu terus bergulir, khususnya berkaitan dengan pembangunan
dan pelayanan masyarakat,” ungkap Basuki.
Dirinya menekankan, peran Sekda sangat krusial sebagai motor
penggerak birokrasi pemerintahan. Tanpa kepastian kepemimpinan administratif,
dikhawatirkan roda pemerintahan tidak berjalan maksimal.
“Karena birokrasi dan pemerintahan serta lain-lain harus segera
diurus secara bijak, baik, dan benar. Silakan selter dibuka, sesuaikan dengan
peraturan perundang-undangan yang ada,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai harapan masyarakat agar Sekda ke depan
merupakan ASN asli Kota Metro, Basuki tidak menutup kemungkinan tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa esensi utama bukan semata asal daerah, melainkan
pemahaman mendalam terhadap karakteristik Kota Metro.
“Artinya, tidak menutup kemungkinan. Bahasa saya tadi, yang
mengerti situasi, kondisi, dan karakteristik masyarakat Kota Metro. Baik secara
history atau sejarah Kota Metro, kepegawaian secara birokrasi, dan mengerti
benar serta paham benar bagaimana melayani masyarakat Kota Metro sampai dengan
di tingkat RT dan RW,” paparnya.
Di sisi lain, DPRD juga mengingatkan Pemerintah Kota Metro agar
tidak terus-menerus mengambil opsi perpanjangan masa jabatan Pj Sekda tanpa
kejelasan arah kebijakan. Menurut Basuki, langkah tersebut justru berpotensi
memperpanjang polemik dan memunculkan persepsi publik yang negatif.
“Jika pemerintah memaksa perpanjangan Sekda, maka kami mendorong
agar pemerintah Kota Metro segera membuka selter calon Sekda,” tandasnya.
Polemik Bayana kini menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Wali
Kota Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota Dr. M. Rafieq Adi Pradana dalam
menata birokrasi pemerintahan. Publik menanti langkah konkret, apakah Pemkot
Metro memilih jalan transparansi dan kompetisi terbuka, atau kembali terjebak
dalam kebijakan perpanjangan yang berpotensi menuai kontroversi baru. (*)
Berita Lainnya
-
Metro Terima BOP PAUD Rp3,6 Miliar untuk 6.021 Siswa
Jumat, 30 Januari 2026 -
Infaq ASN Dipatok Nominal, Kebijakan Pemkot Metro Berpotensi Melanggar Prinsip Sukarela
Jumat, 30 Januari 2026 -
Polemik Pj Sekda Metro, DPRD Tegaskan Keputusan di Tangan Wali Kota
Kamis, 29 Januari 2026 -
Rentetan Kasus Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Ida Umami yang Dilaporkan ke Kemenag
Kamis, 29 Januari 2026









